BAYARKANLAH ZAKAT FITRAH

Dalam sebuah hadits Ibnu Umar RA. berkata:

“Rasulullah mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, baik atas budak, merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil, maupun dewasa dari kalangan kaum muslimin”
(HR. al Bukhari II/161, Muslim II/677-678, Abu Dawud no. 1611-1613, Ibnu Majah no. 1826, an Nasai V/48 dan lainnya)

Zakat fitrah wajib dikeluarkan sebesar satu sha’ berdasarkan hadist tersebut diatas.
Berapakah banyaknya satu sha’ itu di negeri kita Indonesia ini.

Beberapa Pendapat Ulama Mazhab Fiqh

1. Satu Sha’ sama dengan empat mud, dan satu mud sama dengan 675 Gram Jadi satu Sha ‘sama dengan 2700 Gram (2,7 kg). Demikian menurut madzhab Maliki.
(Lihatlah Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut, Dar al-Fikr, tt, Juz II, hal. 910)

2. Menurut al-Rafi’i dan madzhab Syafi’ umunyai, sama dengan 693 1/3 dirham
(Lihat Al-Syarqawi, Op cit, Juz I, hal. 371. Lihat juga Al-Husaini, Kifayat al-Akhyar, Dar al-Fikr, Juz I, hal. 295; Wahbah Al-Zuhaili, Tafsir al-Munir, Dar al-Fikr, Juz II, hal. 141)

Jika dikonversi dengan gram maka sama dengan 2751 gram (2,75 kg)
(Wahbah Al-Zuhaili, Al-Fiq al Islami Wa Adilatuhu, Dar al-Fikr, Juz II hal, 911)

3. Kalangan Hanbali berpendapat, satu sha’ juga sama dengan 2751 gram (2,75 kg)

4). Imam Hanafi menetapkan ukuran satu sha lebih tinggi dari pendapat para ulama yang lain, yakni 3,8 kg. Sebagaimana tercantum dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu karya Wahbah Zuhailli Juz II, hal. 909. yakni
Satu sha menurut imam Abu Hanifah dan imam Muhammad adalah 8 rithl ukuran Irak. Satu Rithl Irak sama dengan 130 dirham atau sama dengan 3800 gram (3,8 kg).

Imam Hanafi juga memperbolehkan membayar zakat fitrah dengan uang senilai bahan makanan pokok yang wajib dibayarkan.
(Lihat Dr. Ahmad al-Syarbashi, Yasa’ alunaka fi al-Dini wa al-Hayat, Beirut: Dar al Jail, Cet. ke III, 1980, Juz II, hal. 174.)

5). Mahmud Syaltut di dalam kitab Fatawa-nya menyatakan : Yang saya anggap baik dan saya laksanakan adalah, bila saya berada di desa, saya keluarkan bahan makanan seperti kurma, kismis, gandum, dan sebagainya. Tapi jika saya di kota, maka saya keluarkan uang (harganya).
( Baca Mahmud Syaltut, Al-Fatawa, Kairo: Dar al-Qalam, cet. ke III , 1966, hal. 120.)

Kesimpulannya Imam Hanafi dan Mahmud Syaltout membolehkan membayar zakat fitrah dengan uang.

6). Dalam al Qamus, mud adalah takaran, yaitu dua rithl (menurut pendapat Abu Hanifah) atau satu sepertiga rithl (menurut madzhab jumhur) atau sebanyak isi telapak tangan sedang, jika mengisi keduanya, lalu membentangkannya, oleh karena itu dinamailah mud (Subulus Salam, hal. 111. Di dalam cetakan Darus Sunnah Press tertulis liter bukan rithl, dan yang masyhur adalah ucapan rithl, insya Allah ini yang benar.
(WallaHu a’lam)

Dr. Muhammad al Kharuf mengatakan, “Sekalipun terjadi perbedaan pendapat maka ukuran rithl Baghdadi sama dengan 408 gram”.
(Lihat al Idhah wa Tibyan, tahqiq oleh Dr. al Kharuf, hal. 56)

Jika mengikuti pendapat jumhur, maka satu mud dalam gram kurang lebih adalah 544 gram.
Maka satu sha’ kurang lebih adalah 2176 gram atau 2,176 kilogram

7). Para Ulama Indonesia juga berbeda pendapat tentang satu sha’ seperti Kyai Maksum-Kwaron Jombang menyatakan satu sha sama dengan 3,145 liter, atau 14,65 cm2 atau sekitar 2751 gram.

Pada umumnya di Indonesia, berat satu sha dibakukan menjadi 2,5 kg. Pembakuan 2,5 kg ini barangkali untuk mencari angka tengah antara pendapat yang menyatakan 1 sha’ adalah 2,75 kg, dengan 1 sha’ sama dengan di bawah 2,5 kg, sebab menurut kitab al-Fiqh al-Manhaj, Juz I, hal 548 disebutkan bahwa 1 sha’ adalah 2,4 kilo gram.
Kebanyakan ulama Indonesia berpegang pada pendapat ini.
Sungguhpun demikian sda juga yang berpendapat 2176 gram (2,176 kg).

Walhasil, zakat fitrah dengan 2,5 Kg sesuai keterangan diatas hukumnya sah (Karena ada pendapat yang mengatakan 1 sha’ = 2,176 Kg) dan jika ingin mengeluarkan sebesar 2,751 Kg hukumnya afdhal.
Semakin afdhal tentu lebih baik.

Namun yang sempurnanya dan lebih berhati-hati yaitu dengan mengambil pendapat dari Imam Syafi’i dimana menurut keterangan diatas disebutkan, 1 Sha’ adalah 2,751 Kg dan boleh juga dibulatkan menjadi 3 Kg karena lebih mudah dalam pembelian dan pembagiannya. Apalagi kalau dalam zakat fithrah itu diniatkan untuk memberikan makanan kepada fukarak dan masakin sesuai anjuran Rasulullah Shallalahu’alaihi wa Sallam.

Semoga Allah memberikan barakah atas kelebihan tersebut dan memberikan barakah dan ridhaNya atas kekurangan bila ada.

Wallahu A’lam Bishawab

Leave a Reply