Membentuk Karakter Bangsa: Belajarlah Adab dari Rasulullah SAW

Oleh; H. Mas’oed Abidin

Muhammad SAW Rahmat untuk Semesta Alam

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalusebelumnya beberapa orang rasul[234]. Apakah jika Dia wafat atau dibunuh kamuberbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka iatidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akanmemberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”(QS.3.Ali Imran : 144).

Nabi Muhammad s.a.w. ialah seorangmanusia yang diangkat Allah menjadi rasul. Rasul-rasul sebelumnya telah wafat.Ada yang wafat karena terbunuh ada pula yang karena sakit biasa. Nabi Muhammads.a.w. juga akan wafat seperti halnya Rasul-rasul yang terdahulu itu. Ketikaberkecamuknya perang Uhud tersiarlah berita bahwa Nabi Muhammad s.a.w. matiterbunuh. Berita ini mengacaukan kaum muslimin, sehingga ada yang bermaksudmeminta perlindungan kepada Abu Sufyan (pemimpin kaum Quraisy). Sementara ituorang-orang munafik mengatakan bahwa kalau Nabi Muhammad itu seorang Nabitentulah Dia tidak akan mati terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untukmenenteramkan hati kaum muslimin dan membantah kata-kata orang-orang munafikitu. (Sahih Bukhari bab Jihad). Abu Bakar r.a. mengemukakan ayat ini ketikaterjadi pula kegelisahan di kalangan Para sahabat di hari wafatnya NabiMuhammad s.a.w. Untuk menenteramkan Umar Ibnul Khaththab r.a. dansahabat-sahabat yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu, Abu Bakarmembacakan ayat ini. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat).

“ Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dariseorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutupnabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS.33, Al Ahzab : 44)

Nabi Muhammad s.a.w.bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid dapat dikawinioleh Rasulullah s.a.w.

“ danorang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkankepada Muhammad dan Itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskankesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki Keadaan mereka.” (QS.47, Muhammad : 2)

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalahkeras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamuLihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya,tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlahsifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaituseperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanamanitu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanamanitu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hatiorang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikankepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antaramereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS.48, Al Fath : 29)

Ada tanda yang jelasdari umat Muhammad itu, yaitu pada air muka mereka kelihatan keimanan dankesucian hati mereka.
“ danTiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semestaalam.” (QS.21, Al Anbiyak : 107)

Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang aku kehendakidan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untukorang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang berimankepada ayat-ayat kami. “

“ (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang(namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka,yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka darimengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik danmengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-bebandan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574]. Maka orang-orang yang berimankepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yangditurunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” (QS.7, AlA’raf : 157)

Dalam syari’at Islam yang dibawa olehMuhammad itu tidak ada lagi beban-beban yang berat seperti yang dipikulkankepada Bani Israil. Umpamanya: mensyari’atkan membunuh diri untuk sahnyataubat, mewajibkan kisas pada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak tanpamembolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan,membuang atau menggunting kain yang kena najis.

“ Katakanlah: “Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusanAllah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi;tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan danmematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yangberiman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) danikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (QS.7:158)

Membangun Hidup Bahagia

Semua manusia mau hidup bahagia, siapa sajasemuanya pasti mau bahagia. Mau hidup bahagia???? Jawabnya adalah Taatlah padaAllah, juga amalkan sunnah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilahkunci utama kebahagiaan manusia. Lakukanlah ikhlas karena Allah.

Setiap kita mau bahagia, mau ketenanganhidup, mau kebaikan ini dan itu. Mudah saja kalau mau semua itu. Caranya,dekati yang menciptakan bahagia, yang menciptakan ketenangan, yang menciptakansemua kebaikan.

Mintalah semua itu kepada yang menciptakan.
Mintalah pada Allah Yang Maha Menciptakansegalanya.
Dengancara penyerahan diri (bertawakkal) serta menjaga shalat, banyak berdzikir,menjalankan sunnah, dan tak kenal lelah dalam do’a dan usaha.

Selalu Bertaqwa KepadaAllah
FirmanAllah ;

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalahkamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar, Niscaya Allah memperbaiki bagimuamalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan Barangsiapa mentaatiAllah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yangbesar.” (QS.Al-Ahzab : 70-71).

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakanbaginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiadadisangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allahakan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS.Ath-Tholaq: 2-3).

Jangan Berbantah bantah
“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karenaprasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencariberita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, salingmembelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yangbersaudara” (HR.Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563). Rasulullah bersabda; “Barangsiapa yang tidak memiliki sifat lembut, tidak akanmendapatkan kebaikan”.(HR.Muslim no. 2592 dariJabir bin Abdullah r.a).

Jauhisifat kasar, dan bersikap baik dan lembutlah kepada siapa saja, karena sifatlembut mengantarkan kepada kasih sayang dan juga kebaikan kepada siapa saja dandari siapa saja.
Kekayaan bukanlah uang dan harta yang banya. Pesan RasulullahSAW. “Sesungguhnya kekayaanitu adalah kekayaan hati dan kemiskinan adalah kemiskinan hati.” (HR An-Nasai, Ibnu Hibban, Thabrani).
Maknahakiki kekayaan dalam pandangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalahkekayaan jiwa. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dll).

Memasuki Rumah mengucapkan salam
“Wahai, orang orang yang beriman, janganlahkamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salamkepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selaluingat”.[QS.An Nur:27].
Jadikalau masuk rumah, jangan asal masuk saja tanpa meminta izin, baik kita yakinada orang di dalamnya ataupun tidak. maka berilah salam terlebih dahulu.insyaAllah itu lebih beradab.

Segera kejar Taubat kepadaAllah.
“Bersegeralah mengharap ampunan dari Allah dan kepada surgayang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yangbertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapangmaupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahanorang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran [3]: 133).

Menuntut Ilmu
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah (no. 224) dari Shahabat Anas bin MalikRadhiyallahu anhu).
“…Barangsiapayang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akanmemudahkan dirinya dengannya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim (no. 2699) dan selainnya, dari Sahabat AbuHurairah Radhiyallahu anhu).

Memiliki Rasa Malu
Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Bukantermasuk umatku orang yang tak menghormati orang tua, tidak menyayangianak-anak dan tidak memuliakan alim ulama.” (HR Ahmad, Thabrani, Hakim).
Nabishallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sifatmalu itu tidak datang kecuali dengan kebaikan.” MakaBusyair bin Ka’b berkata: “Telahtertulis dalam hikmah, sesungguhnya dari sifat malu itu terdapat ketenangan,sesungguhnya dari sifat malu itu terdapat ketentraman.” (HR. Bukhari: 6120).

Dalam halini, malu yang dimaksud adalah malu berbuat dosa, malu berbuat keburukan, malutidak beradab, dan lainsemacamnya. Tapi jangan malu berbuat kebaikan. Untuk para wanita muslim dan laki-lakimuslim, malulah membuka aurat. Malulah berbuat maksiat. Malulah berbuat dosa.Karena sungguh Allah Maha mengetahui atas apa yang kita lakukan. Berbuatbaiklah kepada sesama manusia dengan ikhlas. Sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah manusia yg paling besar mendatangkanmanfaat (baik) bagi manusia yang lain.” (HR Thabrani).

Nabishallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Janganlah saling memarahi, (janganlah kalian) salingmembelakangi (tak mau saling memperdulikan), (janganlah kalian) salingmenyaingi (saling menjatuhkan). Tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah ygbersaudara.” (HR.Muslim: 2563).
Insya Allahbisa.

DariTsabit, dia berkata, Anas Radhiyallahu ‘anhu bercerita kepada kami, diaberkata, “Aku menjadi pembantuRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sepuluh tahun, beliau tidakpernah berkata kepadaku,’huh’. Juga tidak pernah mengatakan kepadaku (ketika aku melakukan sesuatu),’Kenapa engkau melakukan?’ Dan tidak pernah mengatakan kepadaku (ketika aku tidak melakukan sesuatu),’Tidakkah engkaumelakukan?’.”(HRBukhari no. 6038, Muslim no. 2309).

Tetaplah berlaku jujur
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Aku adalah pemimpin di rumah yang ada tengah disurga bagi orang-orang yang meninggalkan dusta, walaupun dalam keadaan sendagurau.(HR. Abu Dawud 4800 dari haditsAbu Umâmah Radhiyallahu ‘anhu).

Sesungguhnya kejujuran dalam setiap bentuknyamerupakan perbuatan yang terpuji. Orang yang jujur dicintai oleh Allah Azza waJalla dan manusia, dan Allah Azza wa Jalla akan meninggikan kedudukannya danmenambahkan pahala baginya. Dan bukti paling nyata yang menunjukkan hal ituadalah kenyataan yang terjadi berupa pujian manusia bagi orang-orang yang jujurketika mereka masih hidup maupun sudah meninggal dunia. Berita yang merekasampaikan diterima, amanah mereka terpercaya. Sungguh beruntung orang-orangyang jujur, dan sungguh rugi orang yang berbuat dusta.

Suka Bersedekah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnyaNabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hambaAllah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanyaberdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”. Sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah,berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya).” (HR Bukhary 5/270)

“Perumpamaan(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalanAllah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, padatiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yangDia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2 : 261).

SabdaRasulullah, “Sesungguhnya seseorang dari kalian pergimencari kayu bakar yang dipikul di atas pundaknya (untuk dijual) itu lebih baikdaripada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi atau tidak.” (HR.Imam Bukhari No 1470).

“Sesungguhnya di antara sahabatRasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ada yang berkata:”Ya Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala,mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami mengerjakan sholat, dan merekaberpuasa sebagaimana kami berpuasa. Dan mereka bersedekah dengan kelebihanharta mereka.” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagimu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiaptasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalahsedekah, menyuruh seseorang kepada kebaikan adalah sedekah, melarangnya darikemungkaran adalah sedekah.” (HRMuslim 1674).

Shalawat kepada Nabi
Dari Abu Umamah radhiyallahu‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah shalawat kepadaku (nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkanuntukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawatkepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih).

Suka Membaca Quran
Selain itu banyak membaca Al Quran. SabdaRasulullah ; “Bacalah Al Quran, karenaAlquran itu akan dating dihari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada pembacanyadan ahlinya.” (HR.Muslim).
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapamembaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantaradua jum’at.” (HR. AlHakim dan Baihaqi).

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagimereka yang bertaqwa (QS.Al-Baqarah [2]:2).

Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankanperintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

Para Ilmuan dunia kini telah berbicara akantanggapan mereka kepada Al-Qur’an: “Al-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran,bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. “.
“Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuahkebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. ” (- Prof. Tejatat Tejasen Ketua Jurusan AnatomiUniversitas Thailand, Chiang Mai.)
“…metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yangtelah dikatakan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam 1400 tahun yang lalu.AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orangyang sederhana. ” (- Prof.Alfred Kroner Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences, Universitas JohannnesGutterburg, Maintz, Jerman.)
“Al-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masalalu, sekarang, dan masa depan. ” (- Prof. Palmer Ahli Geologi ternama AmerikaSerikat.).
“llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telahtertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekaranghanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yanglalu.” (- Prof.Shroeder Ilmuwan kelautan dari Jerman).
“Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masadepan saya untuk investigasi alam semesta,” (- Prof. Yoshihide Kozai Guru Besar UniversitasTokyo dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo,Jepang).

Tujuh Golongan mendapat Naungan Allah di HariKiamat
“Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi padahari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya:
Pemimpin yang adil,
Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah,
Seorang laki-laki yang hatinya selalu terpautdengan masjid,
Dua orang yang saling mencintai karena Allahyang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya,
Seorang laki-laki yang dirayu oleh wanitabangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu dia menolak seraya berkata, “Akutakut kepada Allah,”
Seorang yang bersedekah dengan diam-diamsehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangankanannya,
Seseorang yang berzikir/mengingat Allahdalam keadaan sendirian hingga dia menangis.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jangan Menjadi Orang yangbangkrut di akherat
RasulullohShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrutitu?” Mereka menjawab : “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalahorang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.”

Rasulullohshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnyaorang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamatdengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang denganmembawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa buktiterhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukulorang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah diantara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannyatelah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belumsemua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki olehorang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan kedalam neraka.” (HR.Muslim no. 6522).

Penjelasan:
Darihadits di atas, kita bisa simpulkan bahwa bangkrut di akhirat tidaklah samadengan bangkrut di dunia. Jika di dunia, bangkrut identik dengan harta, makabangkrut di akhirat berkaitan dengan amalan kita, entah itu kebajikan ataukeburukan.
Seseorangakan dinyatakan bangkrut di akhirat jika amal kebajikannya tidak hanya habisuntuk ‘membayar’ kejahatan yang dia lakukan, namun dia harus mendapat ’sumbangan’amal keburukan dari orang2 yang pernah dia aniaya/perlakukan tidak baik.
Hal yangbisa kita pelajari dari hadits di atas, hendaknya kita berhati-hati dalambersikap, jangan sampai kita menyengsarakan/merugikan orang lain. Karena diakhirat kelak, kebajikan bisa berkurang dan yang lebih repot jika malah amalkeburukan yg bertambah.
Kebenaran hanya milik Allah

Memiliki Hikmah
Kita teringat dengan kisah menarik seorangtabi’in yaitu Uwais Al Qarni. Kata Rasulullah saw, dia tidak dikenal pendudukbumi tetapi sangat terkenal di langit. Hidupnya terbilang miskin, tapi takpernah membuatnya menjadi lalai dalam beribadah atau membantu sesamanya. Jikaia mempunya rizki lebih, tak segan membagikannya kepada tetangganya yangsama-sama kesusahan.

Pekerjaannya hanya seorang pengembala,uang yang dihasilkannya digunakan untuk keperluan ia dan Ibunya sehari-hari.Siang hari ia bekerja sambil berpuasa, sedangkan malam hari ia gunakan untukshalat dan bermunajat kepada Allah. Pakaian yang ia punya hanya yang melekat ditubuhnya saja.
Sedari kecil ia tak pernahmengenyam pendidikan formal, pendidikan hanya ia dapat dari kedua orangtuanya.Ia seringkali dicap sebagai anak bodoh. Tapi ia tak pernah memperdulikannya dantetap semangat membantu sesama.

Ia jugaseorang anak yang sangat taat pada Ibunya. Ia hidup di zaman Rasulullah sawtapi belum pernah bertemu langsung dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun karena kecintannya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,ia meminta izin kepada ibunya untuk berangkat ke Madinah. Kurang lebih empatratus kilometer ia berjalan kaki dari Yaman hingga tiba di kediaman Rasulullahsaw, sayangnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat itu tidak beradadi rumah karena sedang berada di medan perang. Ia di hinggapi rasa bingung, iaingin sekali bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tapi di satu sisiia teringat akan pesan ibunya untuk tidak berlama-lama meninggalkannya.Akhirnya ia pun pulang tanpa bertemu dengan seseorang yang amat dicintainya.
Di atas adalah sekelumit kisahdari seorang tabi’in mulia Uwais Al Qarni. Terkesan dengan julukannya, tidak dikenal penduduk bumi tapi terkenal di langit. Ia hanya berusaha menyibukan diriberibadah dan membantu orang lain, bukan menyibukan diri untuk menjadikannyaseorang yang hanya terkenal di bumi saja.

Bagi kita yang kini terlihatbiasa saja atau bahkan terlupa, seringkali di ejek (bukan karena perbuatanburuk) jangan pernah merasa bersedih. Jika kita sudah melakukan hal-hal baikdan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Di bumi kita tanpa gelar tapiyakinlah bahwa kelak penduduk langit akan mengelu-elukan kita.
Di dunia, kita diberi ujiankemiskinan, selama hal itu tidak membuat kita lalai akan segala perintah Allah.Maka bersiaplah akan balasan yang dijanjikan Allah berupa Surga bagiorang-orang yang bersabar. Dan kekayaan abadi ada di Akhirat nanti bukan diBumi ini.

Di Dunia, kita terlihat bodoh danjauh dari ilmu, meskipun sebenarnya kita adalah makhluk yang sedang belajarsegala hal. Tanpa ada manusia yang mengetahui proses belajar kita. Abaikan sajapenglihatan mata orang-orang yang menatap sinis. Sungguh penilaian Allah jauhlebih penting.

Semoga kita bisa belajar dari keteguhan Uwais Al Qarni untuktidak menatap dunia adalah segalanya. Hingga akhir hidupnya -Uwais yang seringdiejek- pada pemakamannya banyak dihadiri makhluk berpakaian putih (malaikat)dan selepas disemayamkan, kuburannya langsung lenyap. Ruhnya langsung dibawaoleh malaikat.

Rabi’ bin Khutsaim berkata, “Aku pergi ke tempat Uwais al-Qarni, aku mendapati beliau sedang duduksetelah selesai menunaikan shalat Shubuh.”
Aku berkata (pada diriku), “Aku tidak akanmengganggunya dari bertasbih. Setelah masuk waktu Zhuhur, beliau mengerjakanshalat Zhuhur. Dan begitu masuk waktu Ashar beliau shalat Ashar. Selesai shalatAshar beliau duduk sambil berdzikir hingga tiba waktu Maghrib.

Setelah shalat Maghrib beliau menunggu waktuIsya’, kemudian shalat Isya’. Selesai shalat Isya’ beliau mengerjakan shalathingga menjelang Shubuh.

Setelah shalat Shubuh beliau duduk dan tanpasengaja tertidur. Tiba-tiba saja beliau terbangun. Ketika itu aku mendengar diaberkata, ‘Ya Allah, aku berlindungkepadaMu dari mata yang senang tidur, dan perut yang tidak merasa kenyang’.” Marilah kita bersama tumbuhkan saling pengertian. Memupuk kegemaran salingmembantu. Menanamkan saling menghormati. Suka memaafkan. Menjaga kesatuan danpersatuan. Saling pengertian mudah tumbuh bila dikokohkan oleh satu perasaan.Mengharap redha Allah. Kerukunan akan dijalin karena cinta kepada bangsa dantanah air yang telah kita dirikan dengan darah dan air mata ini. Sebagaipenutup mari kita berdoa bersama-sama.

“Ya Allah Tuhan Kami, jadikanlah negerikami negeri yang aman damai, melimpah kesuburan tanahnya, tenteram pendudukbuminya. Demikian jugalah hendaknya negeri negeri Islam yang lainnya.”

Ya Allah, ampunilah kiranya dosa dankelalaian kami dalam perbuatan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dantolonglah kami dalam menghadapi orang yang tidak percaya.

Wallahu a’lamu bis shawaab.

Leave a Reply