Balimau Menurut Syariat

Website Pemda Padang Senin, 08 Juli 2013 08:12

Para ulama kita dari dulu telah sering menyampaikan bahwa tradisi balimau bukan ajaran islam, seperti yang disampai Buya Masoed Abidin, ‘budaya balimau’, yakni tradisi masyarakat mandi bersama-sama di tempat wisata pemandian di sungai-sungai atau lubuak, sehari menjelang puasa datang, sebaiknya ditinggalkan karena tidak diajarkan agama Islam. “Balimau menyambut Ramdhan dengan mandi berbuka aurat laki-laki atau perempuan tidak pernah diajarkan agama, dan tak perlu berwisata ke lubuk-lubuk pemandian dan sungai-sungai yang akan merusak adat dan akhlak.”

“Balimau”, yakni satu tradisi masyarakat kota Padang selalu menyambut bulan suci Ramadhan dengan kegiatan mandi bersama di tempat-tempat wisata pemandiandi Lubuak Paraku, Lubuk Minturun, Lubuk Tempurung Aie Dingin dan lainnya. Tradisi ini dilakukan sehari menjelang puasa datang. Kegiatan ini bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. “Islam tidak mengizinkan kaum laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim mandi bersama dalam satu tempat,” sebut buya Masoet Abidin.

Berwisatalah ke dalam lubuk hati dengan merenungi nikmat Allah SWT, bertauhid dan tak perlu berwisata ke lubuk-lubuk pemandain dan sungai-sungai yang pada akhirnya akan merusak adat dan akhlak. “Kegiatan itu sebaiknya diganti dengan kegiatan yang bermanfaat lainnya seperti berkunjung ke sanak famili, kerabat dekat dan handai taulan lainnya. Atau menggantinya dengan kegiatan syukuran, doa bersama. Kegiatan ini jauh lebih bermanfaat dan diridhoi oleh Allah Swt.”

Leave a Reply