Mengisi Ramadhan

O Allah show love to me, in this month, by bestowing favours, inspire me with aversion unto that which corrupts my morals or lures me to sins, and through Thy help defend me by granting immunity from penalty and flames of the Fire, O He who comes to the help of those who cry for help.

Ya Allah, cintakan aku di bulan ini untuk berbuat kebajikan, bencikan aku di bulan ini terhadap kefasikan dan maksiat, dan cegahlah dariku di bulan ini kemurkaan dan siksa-Mu, dengan pertolongan-Mu wahai Penolong orang-orang yang memohon pertolongan.

Rasa damai dan tenteram hanya dicapai dengan saling menyintai lahir bathin dengan hiasan ibadah.

Tiada kata seindah hubungan suami dan isteri, sebagai disebut Firman Allah, “Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah/2: 187).

Rasulullah membimbing umat membangun rumah tangga sakinah mawaddah dan rahmah diawali dengan memilih pasangan hidup yang Beragama Islam dan beramal shaleh (QS. Al-Nisâ’/4: 34).

Karena, ketaatan yang akan membuahkan akhlak mulia, sopan santun, dan pandai bertutur kata baik.
Insyaallah dengannya ketenteraman dapat dijalin.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda :

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ(وفى رواية لمسلم: إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ) حَتَّى يَكُوْنَ صِدِّيْقًا. وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ(وفى رواية لمسلم: وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ) حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّاباً

. رواه البخاري ومسلم

Sesungguhnya kejujuran akan membimbing menuju kebaikan, dan kebaikan akan membimbing menuju surga. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk jujur, sampai akhirnya ia menjadi orang yang benar-benar jujur. Dan sesungguhnya kedustaan akan membimbing menuju kejahatan, dan kejahatan akan membimbing menuju neraka. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk dusta, sampai akhirnya ia benar-benar tertetapkan di sisi Allah sebagai pendusta.

[HR. Bukhari dan Muslim. Lafal di atas adalah lafal Bukhari] (ihat Shahih al-Bukhari, Fathul Bari X/507, no. 6094, dan Shahih Muslim Syarh an-Nawawi)

Nikmat karunia Allah SWT tidak terasa berlimpah kecuali ada rasa syukur. Mensyukuri nikmat akan menambah nikmat yang lebih banyak.Peliharalah nikmat yang telah ada. Kemampuan mensyukuri nikmat tampak dalam amal ibadah, amal sosial dan budi pekerti. Peribadi yang mampu berlaku sabar dan tabah disaat kritis adalah yang mampu mensyukuri nikmat pada saat berlimpah kebahagiaan.

Al Qur’an menyerukan agar berbuat baik kepada anak yatim,
sebagai bukti iman yang benar.
Menyantuni anak yatim adalah kewajiban sosial setiap orang Islam.

Problem sosial akan timbul karena tidak memuliakan anak yatim,
karena tidak memberi memberi makan orang miskin,
karena merampas kekayaan alam dengan rakus,
dan karena menyintai harta benda secara berlebihan.

Rasulullah saw bersabda,
“Apakah engkau senang bila hatimu menjadi lunak dan hajatmu terpenuhi?
Santunilah anak yatim,
usaplah kepalanya dan berilah makan dari makananmu,
niscaya hatimu lunak dan engkau pun dapat memenuhi hajatmu”
(HR. Thabrani melalui Abu Darda).

Allah swt berfirman ;“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim,katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, Maka mereka adalah saudaramu dan Allah Mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. Al Baqarah : 220).

Agama Islam memperingatkan agar menjauhi dusta dan ketidak jujuran.
Dusta adalah satu perangai yang bernilai rendah dan tercela.

Karena dusta, hukum-hukum menjadi rusak,
Karena dusta kehormatan terinjak-injak,
Karena bohong berbagai kejahatan merajalela.

Berita bohong seringkali mengakibatkan terputusnya hubungan persaudaraan dan menimbulkan konflik sesama manusia.
Isu bohong dapat membuat seseorang kehilangan harga dirinya.

Berpuasalah dengan pembuktian ikrar Syahadatain yakni penyerahan total jiwa, akal, perasaan dan keinginan atau aziimah dengan meyakini “bahwa tiada Tuhan kecuali Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya”.

Ikrar Syahadat ini menjadi pengendali kehidupan dalam perkara halal haram dan berinteraksi sosial antara muslimin dengan non muslimin, antara seorang dengan sahabat dan tetangganya.

Sesungguhnya tidak satupun selain Allah yang mengatur perjalanan hidup kita.

Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman,
Jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan …
Menjadi saksi karena Allah,
Biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapakmu dan kaum kerabatmu.
Jika ia kaya ataupun miskin,
Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya.
Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran,
dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi,
Maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segal apa yang kamu kerjakan.”
(Q.S. An Nisaa’: 135)

BERPUASALAH DENGAN MELATIH KEJUJURAN …

Kejujuran memang akhlak utama para nabi dan rasul.

Kejujuran adalah akhlak para generasi utama umat pilihan.
Kejujuran adalah bukti dari senantiasa berpegang teguh kepada kebenaran dalam segala aspek kehidupan.
Kejujuran adalah bukti keyakinan dan ketaatan kepada Allah Subhanhu wa Ta’ala.

Kejujuran tidak terbatas dalam urusan kemasyarakatan saja.
Kejujuran amat penting dalam kehidupan keluarga dan rumah tangga termasuk pergaulan dengan anak-anak.

Abu Hurairah r.a meriwayatkan sebuah hadits Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang berkata kepada seorang anak, “Mari nak, ambillah kurma ini”, lalu dia tidak memberikannya, maka ia telah mendustainya.”
(HR. Ahmad)

Tiada arti kehidupan jika tidak dihiasi dengan kejujuran.
Tiada arti limpahan harta jika bukanlah hasil tetesan kejujuran.
Tanamkanlah kejujuran dalam diri …

Kejujuran adalah pondasi utama dalam membangun bangsa.
Sebuah bangsa akan hancur karena hilangnya kejujuran.

Berdoalah ….

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ التَّوْبَةَ وَدَوَامَهَا ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ وَأَسْبَابِهَا ، وَذَكِّرْنَا بِالْخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُومِ خَطَرَاتِهَا،وَاحْمِلْنَا عَلَى النَّجَاةِ مِنْهَا وَمْنَ التَّفَكُّرِ فِي طَرَائِقِهَا ، لاَمَنْجَى وَلاَ مَلْجَى مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ

Allahumma, ya Allah, sesungguhnya kami bermohon “taubat” kepadaMu dan berkekalan dalam taubat
Kami memohon perlindunganMu dari kemaksiatan, dan segala punca-puncanya
Dan ingatkanlah kami dengan “rasa takut” terhadapMu sebelum diserang oleh lintasan-lintasan kemaksiatan
Dan bimbinglah kami menuju “keselamatan” dari kemaksiatan, dan dari memikirkan jalan-jalan kemaksiatan tersebut
Tiada tempat yang selamat dan tempat berlindung dari (sesuatu) melainkan kepada-Mu

Ketahuilah bahwa Allah SWT memang membolehkan hambaNya melakukan sesuatu yang akan menghibur diri (dari kepenatan),
akan tetapi menghabiskan masa untuk semata mata berhibur santai,
niscaya melenyapkan peluang buat merebut kebajikan.

Leave a Reply