TEGAR MENGHADAPI UJIAN. DAN BETAPA BERUNTUNGNYA ORANG SABAR, DAN TIGA UPAYA MERAIH KEBERUNTUNGAN

Bersabar dalam menghadapi musibah.
Bersyukur ketika mendapatkan kelapangan.
Ridho dengan takdir yang terasa pahit.
Selalu berdzikir mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10).

Al Auza’i mengatakan bahwa ganjarannya tidak bisa ditakar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa dihitung sama sekali, akan tetapi ia akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 7/89, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya ujian yang berat akan mendapatkan pahala (balasan) yang besar pula. Sesungguhnya Allah jika ia mencintai suatu kaum, pasti Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho, maka Allah pun ridho padanya. Barangsiapa yang murka, maka Allah pun murka padanya.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih)

Sabar itu tidak ada batasnya dan balasan kesabaran karena mencari ridha Allah adalah surga.

“Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (yaitu surga)” (QS. ar-Ra’du: 24)

Indahnya menjadi seorang mukmin, maka bersabarlah.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu keletihan dan penyakit (yang terus menimpa), kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.”. (HR. Bukhari no. 5641)

Jangan lupa menjaga shalat.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-2)

Kebenaran dan pertolongan hanya milik Allah.
“Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran” (HR. Ahmad 1/307, shahih)

MERAIH TIGA KEMULIAAN BESAR

Ahli hikmah bepesan:

… أكرمك كرامات ثلاثاً جعلك ذاكراً له ولولا فضله لم تكن أهلاً لجريان ذكره عليك وجعلك مذكوراً به إذ حقق نسبته لديك وجعلك مذكوراً عنده فتمم نعمته عليك

Si hamba yang berzikrullah (mengingati Allah) meraih tiga kejayaan besar. Pertama anda terpilih dan diberi taufik untuk mengingati-Nya. Jika bukan kerana kurnia Allah pasti lidah anda tidak layak mengingati dan menyebut nama Allah. Kedua, anda akan diingat oleh Allah, yakni anda menjadi hamba yang dekat kepada-Nya. Dan ketiga anda menjadi buah mulut dalam kalangan malaikat yang berada di sisi Allah.

Lantas dengan tiga perkara ini kita akan meraih nikmat Allah yang maksimum.

Kesimpulannya;

(1). Kita diberi keupayaan berzikir.
Hanyalah Allah menjadikan dan memberi kita kupayaan berzikir. Allah memilih kita untuk mengingati-Nya. Tanpa taufik Allah kita boleh jadi hanyut dalam kelalaian.

(2). Kita menjadi mukmin yang diingat dan dijaga Allah.
Orang yang mengingati Allah akan mendapatkan penjagaan dan perlindungan-Nya. Jika si hamba berada dalam penjagaan Si Maha pengampun, pasti dia akan mendapat curahan keampunan-Nya. Jika sihamba dilindungi Si Yang Maha Kuat, maka akan merasa kuat walaupun secara fisik lemah dan uzur, namun akan menikmati rasa kaya dan redha, jika didampingi oleh Si Yang Maha Kaya. Demikianlah seterusnya.

(3). Kita selalu diingat dan disebut-sebut (manjadi buah mulut) di sisi Allah dan dalam kalangan malaikat muqarrabin.
Bila kita sudah disebut-sebut dan menjadi buah mulut dalam kalangan muqarrabin, maka kita akan dicintai mereka, mereka akan mendoakan kita. Mereka akan memohon keampunan dosa bagi diri kita. Meraka akan tetap mengingat kita dalam segala keadaan.

Baiklah kita akan memulakan (mengawali) dengan zikir yang ringan ini. Isteri/suami dan anak-anak juga akan kita tarbiyah menjadi ahli zikir.

Kita mulakan dengan membaca basmalah

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ (100 كالي) سهاري

Dalam Hadis Bukhari-Muslim, baginda Rasulullah, Pembawa Kerahmatan sejagat mengingatkan:

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Si hamba yang tekun membaca zikir سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ sebanyak 100 kali sehari, dosa-dosanya akan diampuni Alah meskipun (banyaknya) seprti buih di laut.

Leave a Reply