MEMBANGUN UMAT YANG KUAT DENGAN INTINYA TAUHID DAN KEHIDUPAN MENGIMPLEMENTASIKAN AKHLAQ MULIA.

Dapat dilakukan dengan program kembali ke surau. Surau adalah suatu institusi yang khas dalam masyarakat Minangkabau. Fungsinya bukan sekedar tempat sholat. Juga sebagai tempat pendidikan dan tempat mendapat pengajaran bagi anak muda. Banyak tokoh-tokoh besar di Minangkabau lahir dari surau. Pengelolaan surau sekarang sapat dihidupkan kembali. Esensi dan semangatnya lewat menggerakkan kebersamaan anak Nagari.

Du’at mesti tampil mengambil peran, karena ada gejala, adat tidak memberi pengaruh yang banyak terhadap generasi muda di Minangkabau. Dan, generasi tua, terlihat kurang pula memberikan suri teladan. Akibatnya, generasi muda jadi bersikap apatis terhadap adat itu sendiri.

Peran Du’at membentuk watak Generasi Sumatera Barat

“Indak nan merah pado kundi, indak nan bulek pado sago,

Indak nan indah pado budi, indak nan elok pado baso.

Anak ikan dimakan ikan, gadang di tabek anak tanggiri,

ameh bukan pangkaik pun bukan, budi sabuah nan diharagoi.

Dulang ameh baok balaie, batang bodi baok pananti,

utang ameh buliah bababie, utang budi dibaok mati.”

Ada enam unsur yang diperlukan untuk membentuk masyarakat yang mandiri dan berprestasi, melalui harakah dakwah, dalam pendidikan bernuansa surau ;

1. IMAN,

2. ILMU,

3. Kerukunan, Ukhuwah dan Interaksi,

4. Akhlaq, Moralitas sebagai Kekuatan Ruhiyah,

5. Badunsanak, sikap Gotong royong (Ta’awun),

6. Menjaga Lingkungan sebagai Social Capital, menerapkan Eko Teknologi.

Kegiatan kembali ke surau, mesti dijadikan upaya pendidikan dan pembinaan karakter anak nagari. Menghidupkan Dakwah sebagai pagar adat dan syarak, dalam menghadapi krisis identitas generasi muda, akibat perubahan dalam nilai – nilai adat.

Keberhasilan suatu upaya da’wah (gerak da’wah) memerlukan pengorganisasian (nidzam). Perangkat dalam organisasi selain dari orang-orang, adalah juga peralatan. Satu dari peralatan terpenting adalah penguasaan kondisi umat, tingkat sosial, dan budaya, yang dapat dibaca dalam peta da’wah.

Peta da’wah, bagaimanapun kecilnya, memuat data-data tentang keadaan umat yang akan diajak tersebut. Umat masa kini, akan menjadi baik dan kembali berjaya, bila sebab-sebab kejayaan umat terdahulu dikembalikan. Bertindak atas dasar, mengajak orang lain untuk menganutnya, dan memulai dari diri sendiri, mencontohkannya kepada masyarakat lain, sebagai kekuatan dalam sistim pendidikan bernuansa surau.

MENGAJAK UMAT MEMPELAJARI DAN MENGAMALKAN ISLAM

Peran Du’at dan Suluah Bendang di nagari dan di tengah umatnya, adalah pengabdian mulia dan tugas berat. Keikhlasan membentuk umat jadi pintar, beriman, berakhlaq, berilmu, beramal baik, membina diri, kemashlahatan umat, dan keluarga, menjadi panutan dan ikutan, ibadahnya teratur, shaleh peribadi dan sosial, beraqidah tauhid yang shahih dan istiqamah.

Ajakan dakwah Islamiyah yang ditujukan kepada umat, tidak lain adalah seruan kepada Islam. Yaitu agama yang diberikan Khaliq untuk manusia, yang sangat sesuai dengan fithrah manusia itu.

Islam adalah agama Risalah, yang ditugaskan kepada Rasul, dan penyebaran serta penyiarannya dilanjutkan oleh da’wah, untuk keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia.

Upaya menyiapkan Generasi berprestasi, memanfaatkan surau ;

Membudayakan Wahyu Al Quran dalam memakaikan adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah, melalui pelatihan kepada generasi muda Nagari.

Memberikan penyegaran pada tokoh-tokoh dengan adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah dalam halaqah ba-surau.

Mengevaluasi struktur kelembagaan surau dalam menggrakkan pemerintahan Nagari.

Implementasinya di dalam masyarakat, kembalikan surau menjadi pusat pendidikan masyarakat formal (madrasah berbasis surau), ataupun informal (pengajian, majlis ta’lim) dan sejenisnya, menghidupkan dakwah membangun negeri.

Perintah untuk melaksanakan tugas-tugas da’wah itu, secara kontinyu diturunkan oleh Allah SWT, supaya menyeru ke jalan Allah, dengan petunjuk yang lurus (QS.Al-Ahzab, 33 : 45-46), dan tidak boleh musyrik, serta hanya meminta kepada-Nya dan persiapkan diri untuk kembali kepada-Nya (QS.Al Qashash, 28 : 87).

PELAKSANA DAKWAH ADALAH SETIAP MUSLIM

Setiap mukmin adalah umat da’wah pelanjut Risalah Rasulullah yakni Risalah Islam. Umat yang menjadi harapan masyarakat dunia, semestinya meniru watak-watak, yang ditunjukkan oleh penda’wah pertama, Rasulullah SAW.

Umat dan du’at mesti berupaya sekuat tenaga untuk meneladani pribadi Muhammad SAW, dalam membentuk effectif leader di Medan Da’wah, dalam mengamalkan inti dan isi Agama Islam, yakni akhlaq Islami, Aqidah tauhid yang shahih, kesalehan, dan keyakinan kepada hari akhirat.

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab, 33 : 21).

Leave a Reply