Keteguhan Nabi Dzulkifli AS

Raja bangsa Israil yang sudah tua mengeluarkan sayembara untuk menggantikan dirinya menjadi raja karena beliau tidak mempunyai keturunan sebagai penerusnya. Beliau mengumumkan bahwa orang yang akan ditugaskan menggantikannya menjadi raja adalah orang yang sanggup berpuasa di siang hari, sholat di malam hari dan sabar.

Seorang yang bernama Basyar terpilih menjadi raja setelah tiga kali menyatakan kesanggupannya dan dijuluki Dzulkifli yang artinya sanggup. Untuk memenuhi janjinya, jam kerja raja diatur sehingga dapat berpuasa di siang hari, sholat di malam hari dan memerintah dengan baik. Beliau juga sangat sabar dalam menangani berbagai urusan rakyatnya.

Nama Dzulkifli yang kemudian diangkat menjadi nabi diabadikan dalam Al Qur’an sebagai orang yang sabar dan baik. Keteguhannya dalam memenuhi janji patut dijadikan teladan terutama agar menjadi orang yang bersyukur saat mendapatkan kesenangan dengan jabatannya dan bersabar saat menghadapi kesusahan dalam pekerjaannya.

“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang2 yang sabar” (QS. Al Anbiya : 85)

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan dan ini hanya ada pada seorang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” (HR. Muslim).

Wassalamu’alaikum

Leave a Reply