Penyesalan Nabi Harun ‘Alaiyhi s-Salaam

Nabi Musa AS meninggalkan Bani Israil untuk menerima Kitab Taurat di bukit Thursina dan menitipkan kaumnya kepada Nabi Harun AS. Dalam penantian tersebut, Bani Israil mengumpulkan emas peninggalan Fir’aun ke dalam api untuk mengurangi beban dan hal ini dimanfaatkan oleh Samiri untuk membuat patung sapi yang seakan bersuara agar disembah.

Nabi Harun AS menyerukan agar kaumnya tidak menyembah patung sapi emas itu namun mereka membangkang bahkan berniat membunuhnya. Nabi Musa AS marah kepada nabi Harun AS yang telah mengakui kelemahannya. Nabi Musa AS kemudian memilih 70 orang untuk bertaubat setelah mereka menyatakan sangat menyesali perbuatannya.

Bani Israil kemudian dibimbing dengan Taurat yang menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk serta menyuruh yang ma’ruf dan melarang yang munkar. Allah sepertinya menerima penyesalan dan taubat mereka sehingga banyak mendapat karunia, diantaranya diberikan 12 mata air yang memancar dari pukulan tongkat nabi Musa AS.

“Dan berkata Musa kepada saudaranya, yaitu Harun, ‘Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang2 yang membuat kerusakan” (QS. Al-A’raf : 142)

“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat niscaya Allah menerima taubatnya” (HR. Muslim).

Wassalamu’alaikum

Leave a Reply