Syariat Berkurban

Bismillahi r-Rahmani r-Rahim

Untuk qurban yang diwajibkan satu keluarga satu kambing atau setiap anggota keluarga satu kambing?
Mohon pencerahan…
Wassalam

Keduanya boleh pilih sesuai kemampuan … Lihat hadist ini ….

QURBAN DISYARIATKAN SEBAGAI SUNNAH RASULULLAH Shallallahu ‘Alaiyhi wa Sallam

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ – رضي الله عنه – – أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يُضَحِّي بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ, أَقْرَنَيْنِ, وَيُسَمِّي, وَيُكَبِّرُ, وَيَضَعُ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا.
وَفِي لَفْظٍ: ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ –
(مُتَّفَقٌ عَلَيْه)
ِ. وَفِي لَفْظِ: – سَمِينَيْنِ –
وَلِأَبِي عَوَانَةَ فِي “صَحِيحِهِ” : – ثَمِينَيْنِ – .
بِالْمُثَلَّثَةِ بَدَلَ اَلسِّين ِ
وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ, وَيَقُولُ: – بِسْمِ اَللَّهِ. وَاَللَّهُ أَكْبَرُ -.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berqurban dengan dua gibas (domba jantan) berwarna putih yang bertanduk.”
“Ketika menyembelih beliau mengucapkan nama Allah dan bertakbir, dan beliau meletakkan kedua kakinya di pipi kedua gibas tersebut (saat menyembelih).”
Dalam lafazh lain disebutkan bahwa beliau menyembelihnya dengan tangannya
(Muttafaqun ‘alaih) .

Dalam lafazh lain disebutkan, “Saminain, artinya dua gibas gemuk.”

Dalam lafazh Abu ‘Awanah dalam kitab Shahihnya dengan lafazh, “Tsaminain, artinya gibas yang istimewa (berharga).”

(Hadits di atas menunjukkan disyari’atkannya qurban.)

Dan lagi hadist berikut ini …

BERSAMA (BERSYARIKAT) DALAM BERQURBAN DENGAN SE EKOR ONTA ATAU SAPI

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan,

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً

”Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.”

(HR. Tirmidzi no. 905, Ibnu Majah no. 3131. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Akhirnya ingatlah pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaiyhi ws Sallam seperti dibawah ini …

BERQURBANLAH, JIKA ADA KELAPANGAN

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – –
“مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا”
– رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَه, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, لَكِنْ رَجَّحَ اَلْأَئِمَّةُ غَيْرُهُ وَقْفَه ُ —

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Al Hakim menshahihkannya. Akan tetapi ulama lainnya mengatakan bahwa hadits ini mauquf, yaitu hanyalah perkataan sahabat.

(HR. Ahmad 14: 24 dan Ibnu Majah no. 3123. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).