KEUTAMAAN MEMBERI MAKAN (MINUM) PERBUKAAN DAN SAHUR DI BULAN PUASA

 

Memberi orang makan (minum) kepada yang membutuhkan adalah sedekah. Orang yang melakukannya dicintai Allah.

Dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa nabi Ibrahim akan makan, apabila telah ada orang yang makan bersamanya.

Kenapa demikian ?
Karena begitu besar nilai memberi makan (minum) orang disisi Allah dan termasuk memuliakan tamu yang makan dirumahnya, sehingga perbuatan ini dicintai Nabi Ibrahim, apalagi memberi makan (minum) untuk orang berbuka dan sahur.

Banyak keutamaannnya, antara lain :
√ Pahalanya dilipat gandakan oleh Allah. Mau mendulang puasa, silakan banyak memberi makan dan minum orang di bulan puasa, seperti berdiri di tempat kemacetan menjelang mau berbuka dan siapkan aqua gelas untuk dibagikan bagi orang-orang yang lewat.

√ Medapat pahala seperti orang berpuasa, sebagaimana riwayat dari
Zaid bin Khalid Al Juhani, Rasulullah bersabda, artinya :
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, baginya pahala seperti orang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun juga.”
( HR. At. Turmudzi dan Ibnu Majah).

Bagaimana memberi makan (minum) orang yang tidak berpuasa di bulan puasa (siang hari) ?
Itu juga sedekah, namun pahala sebagaimana orang itu, apabila ia berpuasa tidak diperoleh (mungkin, karena ia tidak berpuasa). Jangan-jangan malahan berdosa, karena gara-gara diberi makan (minum), ia tidak berpuasa (awalnya paginya berpuasa).

√ Jalan menuju surga, Allah telah menyiapkan surga bagi yang suka memberi makan (minum) orang, apalagi di bulan puasa, sebagaimana riwayat dari Ali, Rasulullah bersabda, artinya :
*_”Sesungguh di surga terdapat kamar-kamar
yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.”_*
Lantas seorang Arab Badui berdiri dan sambil berkata :
“Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukan wahai Rasulullah ?”
Nabi menjawab :
“Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan senantiada berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia sedang tidur.”
(HR. At Tirmudzi).

√ Mendapat buah dari surga dan minuman Ar Rahiq Al Makhtum (khamar yang nikmat), sebagaimana riwayat dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi bersabda, artinya :
“Muslim mana saja yang memberi pakaian orang islam lain yang tidak memiliki pakaian, Allah akan memberi pakaian dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang islam yang kelaparan, Allah akan memberi makanan dari buah-buahan surga. Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, Allah akan memberinya minuman Ar Rahiq Ar Makhtum.
(HR. Abu Daud dan At Tirmudzi).

Mari mendulang pahala sebanyak-banyak dengan memberi makan dan minum orang bulan ramadhan ini, ketika masa berbuka dan jamuan sahur.
Mudah-mudahan bermanfaat,

Wassalam,

Leave a Reply