Bahasan Dzulhijjah: Kajian Sunnah dan Rujukan Hadist

*Segala hal-hal biasa dalam Hidupmu akan menjadi luar biasa!*

_Ada apa gerangan?_
_Kenapa tiba tiba berubah menjadi luar biasa?_

*Sebab hari itu bertepatan tgl 1 Dzulhijjah.*
_Ini hari hari yang agung melebihi keagungan Bulan Ramadan._

*Tanggal 1-10 Dzulhijjah adalah hari hari dunia yang paling agung.*
_Demikian seperti apa yg ditegaskan oleh Baginda Rasulullah hadits riwayat al-Bazzar._

Dalam hadits lainnya, Rasulullah menyatakan dengan lebih jelas lagi:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ : وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ.

Nabi bersabda : _“Tidak ada hari-hari yang amal shaleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah).”_

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah?”

Beliau bersabda, “(Ya, melebihi) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun. (HR Bukhari).

Apa arti hadits ini?
Artinya: _Apapun amal kebaikan yang kita lakukan pada 10 hari ini, lebih dicintai oleh Allah dibanding amalan di waktu yang lain._

Sedekah di hari hari ini jauh lebih dicintai Allah dibandingkan sedekah di waktu yang lain. Shalat pun begitu. Puasa pun begitu dan kebaikan apapun seperti itu.

Bahkan, kata Imam Besar Ahli Syam, Imam Al Auza’i: telah sampai riwayat kepadaku bahwa bahwa pahala amal satu hari pada 10 hari di awal Dzulhijjah ini seperti pahala orang berjihad di jalan Allah; yang full puasa di siang hari dan full qiyamullail di malam hari.

Imam Darul Hijrah, Malik bin Anas, guru Imam Syafii menyatakan: nilai Amal 1 hari pada 10 hari di awal Dzulhijjah ini senilai dengan amal 1000 hari di waktu yang lain.

Maka jangan sampaikan terlewatkan olehku dan olehmu saat saat yg berharga ini.

Manfaatkan waktu yg ada untuk menebus dosa, membayar ribuan kelalaian, dan mengejar ketertinggalan.

Luangkanlah waktu utk puasa, tilawah al quran, qiyamullail, dan istighfar.

Jangan biarkan lisanmu menganggur. Perbanyaklah mengucapkan takbir tahlil dan Tahmid. Allahu Akbar La ilaha illallah wallahu akbar walillahil hamd.

*Bahasan Lanjutan*

Kita patut bersyukur kepada Allah atas taufik yang telah Ia limpahkan hingga kita dapat mengisi waktu yang utama di sepuluh hari awal Dzulhijjah dengan amal shalih.

Akan tetapi *_perlu bagi kita untuk mengetahui beberapa hadits lemah dan palsu, yang sering dijadikan sandaran bagi sebagian kaum muslimin untuk beribadah di waktu yang mulia ini._*
Diantaranya adalah hadits-hadits sebagai berikut.

Hadits 1

ما من أيام أحب إلى الله أن يتعبد له فيها من عشر ذي الحجة يعدل صيام كل يوم منها بصيام سنة، وقيام كل ليلة منها بقيام ليلة القدر

“Tidak ada hari yang paling dicintai Allah untuk diibadahi pada hari itu selain 10 hari di (awal) bulan Dzulhijjah, pahala puasa pada setiap harinya senilai dengan pahala puasa sepanjang tahun, dan sholat pada setiap malamnya senilai dengan sholat pada malam Lailatul Qadar”

_Dha’if (lemah), Abu ‘Isa (At Tirmidzi) berkata, “Hadits ini gharib tidak diketahui selain dari hadits Mas’ud bin Washil, dari An Nahas, … (dst)”, dan didha’ifkan Syaikh Al Albani dalam Dha’if Sunan Ibnu Majah (1728) no. 377 akan tetapi terdapat perbedaan lafazh dalam hadits ini, lihat Al Misykat (1471), Dha’if Jami’ush Shaghir (5161), dan Dha’if At Targhib no. 123, Silsilah Adh Dha’ifah 5142_

Hadits 2

من صام العشر فله بكل يوم صوم شهر ، وله بصوم يوم التروية سنة، وله بصوم يوم عرفة سنتان

“Barangsiapa yang berpuasa di 10 (hari awal Dzulhijjah) baginya tiap hari seperti pahala puasa sebulan penuh, pahala puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) senilai dengan puasa setahun penuh, dan pahala puasa ‘Arafah (9 Dzulhijjah) senilai pahala puasa selama dua tahun”

_Maudhu’ (palsu), Ibnu Hibban berkata, “Jelas sekali nampak kedustaan di dalamnya hingga tidak perlu lagi dijelaskan derajat haditsnya” lihat Al Maudhu’at karya Ibnul Jauzi (2/112), dan Al Fawa’id Al Majmu’at Kitab Ash Shiyam hadits no. 30, At Tanzih Asy Syari’ah Al Marfu’at (2/187)_

Hadits 3

صيام أول يوم من العشر يعدل مائة سنة واليوم الثاني يعدل مائتي سنة فإذا كان يوم التروية يعدل ألف عام وصيام يوم عرفة يعدل ألفي عام

“Puasa di 10 hari awal Dzulhijjah pahalanya senilai dengan puasa 100 tahun, hari kedua (Dzulhijjah) senilai puasa 200 tahun, puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) pahalanya senilai 1000 tahun, dan puasa ‘Arafah (9 Dzulhijjah) senilai 2000 tahun.”

_Tidak shahih, lihat Tadzkiratul Maudhu’at (119), Mausu’ah Al Ahadits wa Al Atsar Ad Dha’ifah wa Al Maudhu’at 13434_

Hadits 4

صوم يوم التروية كفارة سنة، وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

“Puasa hari Tarwiyah menjadi kafarah (penghapus dosa –pent) satu tahun, dan puasa hari ‘Arafah menjadi kafarah dua tahun”

_Maudhu’, lihat Dha’if Al Jami’ no. 3501, Irwa’ul Ghalil 4/121_

Hadits 5

كان يصوم تسع ذي الحجة ، ويوم عاشوراء ، وثلاثة أيام من كل شهر ؛ أول اثنين من الشهر ، والخميس ، والاثنين من الجمعة الأخرى

“Adalah (Nabi shallallaahu ‘alahi wa sallam) biasa berpuasa pada kesembilan hari di bulan Dzulhijjah, hari Asyura, tiga hari setiap bulannya, hari Senin pada setiap awal bulan, dan hari Kamis dan Senin setelah Jumat kedua”

_Dha’if, Az Zaila’i berkata hadist ini dha’if. Lihat Dha’if Al Jami’ no. 4570._

Wallahu A’lamu bis Shawaab
Wassalamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh …

Leave a Reply