Berhati – hatilah dalam Menyebarkan Berita

*Katakan yang benar saja dan jangan mudah mengkafirkan sesama muslim !*

أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلَّا رَجَعَتْ عَلَيْهِ

*_Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya,_ “hai orang kafir,” _maka kata itu akan menimpa salah satunya._ Jika benar apa yang diucapkan _(berarti orang yang dituduh menjadi kafir);_ jika tidak, maka tuduhan itu akan menimpa orang yang menuduh._*
[HR Muslim].

*_Tahanlah dari kalian (jangan menyerang) orang ahli La ilaha ilallah (yakni orang muslim) janganlah kalian mengkafirkan mereka karena suatu dosa” pada versi yang lain “janganlah kalian mengeluarkan mereka dari Islam karena suatu perbuatan._*
(Dari Abdullah bin Umar, HR Ath Thabrahiy).

AGAMA ISLAM MENGAJARKAN KEBAIKAN DENGAN MELAKUKAN SESUATU APAPUN DENGAN CARA YANG BAIK.
Tanggapi lah setiap kabar dan informasi dengan cara *_tabayyun_ atau cek and re check* kepada sumber yang sesungguhnya serta verifikasi ulang terhadap isinya.
Begitulah adab al Qurani, apalagi dalam tata pergaulan di medsos saat ini tidak terjadi asal sharing atau posting saja …..

*Berhati – hatilah menyebarkan berita.*
Jangan asal menyampaikan saja. Apalagi kita belum jelas kesahihannya.

PERINTAH ALLAH SUBHANAHU WA TAALA AMATLAH JELAS INDAHNYA ….

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

*_Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk._*
(QS.An-Nahl:125)

*Hati hati lah jangan menebar fitnah yang belum dipastikan melalui _tabayun_ sehingga menimbulkan bencana dan penyesalan sesudahnya.*.

*Ber-hati hati dalam mengkonsumsi makanan/minuman*

Sabda RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA

إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ

*_” Sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya mengharam kan jual beli khamar, bangkai, babi, dan patung.”_:-)*
(HR. Bukhari no. 2236 dan Muslim no. 4132).

Alhamdulillah, semoga dapat kita ambil ibrohnya dan semoga bermanfaat.. Hanya Allah yang memberi taufik..

Barakallah fiikum ..

Leave a Reply