AL-QUR’AN YANG MULIA

 

~Untuk Yang Dengar Murrotal :

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf [7] : 204).

°Untuk Yang Membaca Arabnya :

Paham atau tidak paham, Al-Quran itu bacaan mu’jizat. Apalagi kalau dibaca dan paham, maka tentunya keutamaannya akan berkali lipat.

°Membaca Artinya Saja :

Ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dibaca mampu memperkokoh keyakinan hati bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi seluruh perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

°Untuk Yang Membaca Arab Ditambah Membaca Artinya :

Imam Al Ghazali menuturkan, ada dua adab dalam membaca Al Qur’an agar yang dibaca dengan perantaraan lidah dapat bersemi dalam jiwa dan meresap ke dalam lubuk hati si pembaca.

#Takhshish, yaitu menyadari bahwa Al-Qur’an itu seolah-olah hanya ditujukan kepada kita.

#Taraqqi, yaitu menyadari seolah-olah Allah SWT yang langsung berbicara kepada kita.

Untuk Yang Berniat Meninggalkan (Nauzubillah) :

Surat Thaahaa ayat 100 dan 101 : “Barangsiapa berpaling daripada Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat, mereka kekal didalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat.”

Kesimpulan :
Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil‘aalamiin.
(QS. Al Waqi’ah [56] : 77-80).

Leave a Reply