Resume Pengajian Al Munawwarah: Allah banci bana ka urang sampilik (ndak nio berjihad)

 

Allah banci bana ka urang sampilik (ndak nio berjihad)
3:180
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sampilik termasuk enggan dan malas bangun pagi.

BANGUN PAGI, DULU DAN SEKARANG

DALAM berbagai kesempatan yang diberikan kepada saya, di ranah, untuk menyampaikan “sepatah dua kata”, saya sering menyampaikan sebagai berikut : “Kalau sanak-sanak seIslam seMinangkabau ingin menanyakan kepada saya, apa bedanya ranah kita sekarang dengan ranah kita dulu, maka saya tidak ragu untuk menjawab : Dulu anak-anak dibangunkan orang tuanya pagi-pagi untuk ikut shalat Subuh berjemaah di surau terdekat. Waktu itu listrik belum masuk ke kampung-kampung. Orang ke surau masih memakai suluh daun kelapa kering yang dikibas-kibaskan agar bisa menyala. SEKARANG anak-anak dibangunkan pagi-pagi bukan untuk ikut shalat Subuh berjemaah, tapi supaya jangan terlambat berangkat ke sekolah. Yang lebih memprihatinkan, masih banyak para orang tua yang sekarang bangun pagi-pagi bukan untuk bersiap-siap berangkat ke surau untuk shalat Subuh berjemaah, tapi agar jangan terlambat pergi ke tempat kerja atau bersiap-siap pergi manggaleh ke pasar. SEMUANYA ini hasil penelitian pribadi saya.
Kalau sanak-sanak ada yang membantah, berarti di sini masih seperti dulu. Alhamdulillah, meskipun sanak-sanak tergolong orang yang ketinggalan zaman” Wassalam

Leave a Reply