Resume Pengajian Al Munawwarah 26 April 2016

Mentadabburi Firman Ilahi dlm surat An-Nisa’ ayat 136 …

Disana kita dapati bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan orang yang sudah beriman agar mereka beriman kepada Allah, kepada rasul, kepada kitab2 dan seterusnya ….

Pertanyaannya adalah : Mengapa orang yang sudah beriman yang masih diperintahkan untuk beriman ??
Sejatinya yang diperintah dan dituntut untuk beriman itu adalah manusia2 yang belum beriman, bukan ?
Ada apa dibalik redaksi ayat yang bunyinya seperti ini ??

masjid al munawwarah

 

Mufassir kontemporer, Alm. Prof. Dr.Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawie mengatakan, ada 3 makna tersembunyi yang terkandung disitu :

1. Orang yang sudah beriman diperintahkan kembali utk beriman adalah supaya mereka selalu berupaya untuk meningkatkan keimanan yang sudah mereka miliki agar lebih baik lagi dari waktu ke waktu, sehingga iman mereka hari ini mestinya lebih bagus kwalitasnya dari iman mereka hari kemaren … IMAN mereka besok hari mestinya lebih baik dari iman mereka hari ini … dan begitulah seterusnya .. merawat, memupuk, memelihara pohon iman agar tumbuh dengan subur …

2. Orang yang beriman diperintahkan agar mereka istiqamah dalam imannya, tidak beranjak selangkah … tidak berkisar sejari … tapi tetap memelihara iman dengan usaha yang sungguh2 ..

3. Orang yang beriman diperintah untuk beriman artinya adalah agar mereka berupaya menerjemahkan iman itu kedalam tataran perilaku, membuktikannya dalam praktek dan amal keseharian mereka ….

Nah, itu pula sebabnya para pakar aqidah kita sering mengatakan :
Bahwab IMAN itu memiliki tiga komponen utama yang saling komplementer,
ialah :
1). Tashdiiqun bil qalbi
(pengakuan dan pembenaran dlm hati),
2). Taqriirun bil lisaan (diikrarkan dgn lidah),
3). ‘amalun bil arkaan (pengamalan dgn perbuatan) …

Makanya. Jangan sekali2 kita berfikir men-dikotomi kan antara iman dan amal, kedua2nya harus menyatu dan terintegrasi satu sama lain …
Apa yang kita imani itulah yang harus kita ucapkan dan amalkan dan apa yang kita amalkan juga harus merupakan cerminan dan refleksi dari iman yang kita miliki ..

Hal yang terasa paling berat dan perlu diseriusi adalah mensinergikan atau mensinkronkan antara HATI, LIDAH dan PERBUATAN ….

Karena dalam banyak hal, 3 (tiga) hal ini – yakni HATI, LIDAH dan PERBUATAN – jalan sendiri2 tanpa kordinasi, bahkan bisa terjadi saling berseberangan, saling bertabrakan dan menjauh satu sama lain.
Hati entah kemana..
Lidah entah dimana …
Amal Perbuatan entah bagaimana pula ….

Janganlah terjadi seperti kata2 bijak “seiring bertukar jalan” … Na’udzu billah…..,

Mari kita melakukan RIYADHAH dan MUJAAHADAH untuk merealisasikan hal2 bertalian dengan IMAN ini ….
dan mintalah pertolongan kpd Allah…

FASTA’IN BILLAAH …
WA LAA TA’JIZ …..
Mintalah tolong pada Allah, dan jangan melemah2kan diri dihadapan rintangan dan godaan…,
Yang pasti akan ada dijalan menuju beriman itu ..

Moga Allah Tuhan Yang Maha Kuat dan Perkasa senantiasa membantu kita …

Amin Ya Rabbal ‘Alamin
Amin Ya Mujiibas saailin
Amin Ya Arhamarahimin

Wallaahu a’lam bis-Shawaab

Leave a Reply