TAUHIDULLAH 

 

Di dalam QS 51:56 Allah menjelasakan tentang TUJUANNYA menciptakan manusia & jin.
DIA menciptakan manusia & jin adalah semata mata HANYA utk BERIBADAH kepada Nya.

Ibnu Katsir mentafsirkan kata “IBADAH” pada ayat tersebut dengan “mengenalNya”.

Manusia dan jin diciptakan Allah utk mengenalNya supaya mereka mampu MENTAUHIDKANNYA.

Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal Rububuyah, Uluhiyah & asma was-shifat Nya (QS.19:65).

Tauhid merupakan sesuatu yang MUTLAK HARUS ADA pada diri setiap manusia dan jin guna mendasari/ melandasi seluruh ibadah terhadap Nya.

Karena TUJUAN penciptaan manusia & jin adalah untuk BERIBADAH dengan landasan TAUHID, maka dari itu dengan rahmat dan kasih sayangNya pula Allah mengutus para Rasul2Nya untuk mendakwahkan tentang ketauhidan (QS.An Nahl:36, 21:25).

Dalam kaitan dengan hal ini Rasulpun bersabda “awal mula yang DIWAJIBKAN kepada manusia adalah ma’rifatullah (mengenal Allah) dengan pengenalan yang benar (hingga merasuk ke dalam hati)”.

Jika kita renungkan ayat2 tersebut diatas, maka fahamlah kita bahwa TAUHID yang akan menjadi pokok ibadah adalah sesuatu yang sangat urgen untuk dipelajari LEBIH dari yang lainnya.

Amal tanpa landasan ilmu tauhid akan sia2 (QS.18:103-106), bagaikan debu yang diterbangkan (QS.25:23) & bagaikan fatamorgana (QS.24:39) …

Allah menuntut kita untuk mentauhidkan Nya secara murni dalam segala amal
(QS.4:36, 14:20, 17:22, dll)

Karena itu tidaklah ada yang lebih penting dari mempelajari KETAUHIDAN guna memahami DIA sebagai satu2nya Dzat yang Maha Menciptakan, satu satunya dzat yang Maha Mengatur dan satu satunya dzat yang Maha Memiliki.

DIA lah yang menghidupkan kita, kelak akan mewafatkan kita dan kelak akan menghidupkan kita kembali.

Olehnya kita diciptakan dan kepada Nya kita akan kembali.

Subhaanallah,memang suatu kebodohan dan kesombongan yang nyata jika kita meninggalkan ilmu tauhid untuk memenangkan urusan dunia.

Ketahuilah bahwa semua selain-Nya, tidaklah ada apa2nya …

Wallahua’lamu bis Shawaab

Leave a Reply