SILEK PERLU SERTIFIKASI

SILEK PERLU SERTIFIKASI.
SAMA DENGAN KULINER MINANG.
ARSITEKTUR RUMAH BAGONJONG.

MESTI DIAKUI SEBAGAI KEKAYAAN BUDAYA DUNIA.

HERTITAGE MENJADI DAYA TARIK PARIWISATA.

 

SILEK TUO MINANGKABAU

Silek itu SHILAH yaitu ikatan dengan Yang Maha Kuasa Penguasa Alam Sejagat ini atau pautan kepada NYA atau jalan NYA yang menjadi benteng bagi diri maka kata itu dipakai juga dalam Salat dan Suluk.

Bagi orang Minang silek sudah ada sebelum abad ke 7 M atau abad ke 1 H atau sebelum diutusnya Muhammad SAW diutus menjadi penutup segala Nabi Nabi karena orang Minang telah mengenal Ajaran Tauhid sejak awalnya dengan kata kuncinya NAN BANA TAGAK SANDIRI NYO = Tauhidic Weltanschaung idan telah menjadi kekayaan budaya Minangkabau sejak asal mula jadi.

Karenanya orang Minang telah bersyariat sejak zaman Nabi Nuh yang disebut Abal Basyar Tsani atau Bapak Manusia kedua itu.

Bukti nyata penggunan kata syarak ada dalam AlQuran bahwa kalimat wahyu AlQuran menyebutkan SYARA’A LAKUM MA WASHSHA BIHI NUHAN (telah di SYARIAT = SYARA’ atas kamu sebagaimana telah di wasiatkan kepada Nuh) dam seterusnya tentu dapat mendorong meneliti lebih jauh dalam AlQuran.
Silahkan …

Sayangnya meneliti asal muasal orang Minang ini sering terputus kepada teori antropologi saja, seperti mengaitkan kepada manusia kuno.

Ada keengganan untuk meneruskan kepada salah satu pasang dari 40 pasang umat Nabi Nuh yang terselamatkan dari air bah Nuh itu.
Bahkan dongeng lagi menyebutkan Iskandar Zulkarnain.
Bukankah ini perkhabaran Wahyu?
Menolak cerita kitab suci atau Kitabullah berkembang menjadi perilaku yang absurd sampai kini.

Padahal ada isyarat dalam TAMBO bahwa ketika MERAPI SAGADANG TALUE ITIEK.
Apa artinya ini secara filosofi?

Orang Minang itu datang dari pelayaran laut.
Lebih dahulu mereka menemui pantai sebelumnya manaruko daripada bukit bukit itu. Dan penguatan kata rantau sering dikaitkan dengan kalimat LAUT SAKTI RANTAU BERTUAH.
Disini diperlukan silat itu.

Kajinya hakikat dan makrifat yang ditolak oleh orang penjajah sejak dulu.
Bahkan orang yang tak tau sampai kini.

SATU lagi, siapa yang menyatakan TAMBO itu dongeng atau legenda?? Ajaran mana itu??

Bila orang Minang telah ikut menyatakan Tambonya itu dongeng maka habislah martabat minang.

Disinilah kelebihan dan kelihaian penjajah, yang dikirimnya ke Minang adalah van Vollenhoven dan Westenenk serta ahli ahli sosiolog antropolog sejarahwan untuk upaya brain washing terhadap etnis Minangkabau itu.

Cobalah teliti lebih menukik.
Jangan hanya patuh pada dalil urang urang Barat sajo.

Sararan Ingek Langkah Ereang Kulimek itu semua menjadi ADAB SILEK yang mungkin kurang diparatikan urang kini, jadi bukan garak si rimbun sajo.
Disitulah latak sabana no Herritage tu.