Bertauhidlah, Insya Allah Rezeki Akan Melimpah

JADILAH HAMBA ALLAH YANG BERTAUHID, SEHINGGA DAPAT MERAIH KESUKSESAN HIDUP DI DUNIA DAN KEBAHAGIAAN DI AKHIRAT INSYAALLAH …

Tiada sikap yang lebih baik dan mulia sebagai hamba Allah yang bertauhid, kecuali langkah takwa menyertai kita di mana pun, kapan pun, dan dalam kondisi bagaimana pun.
Setiap insan, muslim atau pun kafir, ahli ibadah atau pun ahli maksiat, orang yang shalih atau pun orang yang durjana, pasti mengharap kan kesuksesan dalam hidupnya.
Namun, makna kesuksesan yang mereka definisikan berbeda-beda sesuai kadar pengetahuan dan cita-cita yang dimiliki.

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang memeluk agama Islam, terlebih lagi mengaku ahlus sunnah wal jama’ah, agar menanamkan satu prinsip agung dalam keyakinannya bahwa “kesuksesan mutlak” adalah keselamatan diri di dunia dan akhirat.

Ketika di dunia, ia selamat dari kebodohan akan ilmu agama, selamat dari malapetaka, selamat dari kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan.
Kelak di akhirat, ia selamat dari neraka dan siksa Allah. Inilah kesuksesan yang hakiki.

Berbeda dengan anggapan orang-orang yang ditipu setan.
Kesuksesan, menurut mereka, adalah keberhasilan seseorang dalam meraih dan menikmati gemerlap dan mewahnya hidup di dunia semata.

Seorang insan tidak mungkin bisa mendapatkan kesuksesan yang sebenar nya, kecuali jika ia betul-betul memahami ilmu agama Islam yang kemudian ia beribadah kepada Allah di atas metode yang benar menurut Al Qur-an dan As Sunnah.

Jika kita mau memerhatikan kitab Allah yang mulia nan suci, Al Qur-anul Karim, maka kita akan menemui makna kesuksesan sebagai mana yang dijelaskan oleh Nya dengan gamblang.

Disebutkan dalam Al Qur-an Al Karim bahwa orang sukses adalah yang beriman terhadap perkara gaib, mengerjakan salat, menunaikan zakat, dan bersedekah dari apa-apa yang Allah karuniakan kepadanya.

Orang sukses adalah yang beriman terhadap apa-apa yang Allah turunkan kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaih wa sallam dan para Nabi sebelumnya, yakin dengan kehidupan alam akhirat, dan senantiasa berada di atas hidayah serta petunjuk dari Allah sang pemberi rahmat.

Orang sukses adalah yang tidak bosan ber’amar ma’ruf nahi munkar.
Yaitu, memerintahkan kepada segala kebaikan dan melarang dari semua kejelekan.

Orang sukses adalah yang berat timbangan amal saleh dan kebaikannya di akhirat kelak.

Orang sukses adalah yang beriman terhadap Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam, selalu memuliakannya, menolong nya, mengikuti cahayanya, menerima segala yang dibawanya, dan meneladani semua contoh serta sunnah yang diwariskannya.

Orang sukses adalah yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa-raganya.

Orang sukses adalah yang – – apabila diseru oleh Allah dan RasulNya untuk menjalan kan hukum yang telah ditentukan oleh keduanya akan berkata –,
” Kami dengar dan Kami taat.”

Orang sukses adalah yang menyisihkan hartanya untuk diberikan kepada keluarga, kerabat, orang-orang fakir, orang-orang miskin, ibnu sabil [orang-orang yang kehabisan bekal di tengah jalan] dan anak-anak yatim dalam keadaan mengharap pahala serta ridho Allah dan senantiasa bercita-cita bisa melihat wajah Allah di akhirat nanti.

Orang sukses adalah yang di dalam hatinya ada keimanan, senantiasa bersikap ridho dan rela terhadap Allah, dan dengan bangga mengikrarkan bahwa ia termasuk golongan hamba-hamba Allah yang saleh.

Orang sukses adalah yang mencintai Islam dan para pemeluknya, mencintai sunnah dan para pemegang nya, dan selalu menyembunyi kan penyakit-penyakit hati terhadap kaum muslimin, menghindari ghibah, namimah [mengadu-domba], dusta, menipu, dengki, dan penyakit-penyakit hati yang lainnya.

Orang sukses adalah yang selalu bertakwa kepada Allah, mendengar serta menaati perintahnya, dan menyibukkan diri untuk menanam pahala ibadah yang akan dipanen hasilnya di akhirat kelak.

Inilah kesuksesan yang disebutkan oleh Allah dalam Al Qur-an.
Karena itu, salah besar jika ada seseorang yang menyangka bahwa kesuksesan hidup adalah berhasilnya ia dalam mengumpulkan harta kemewahan dunia, menikmati indahnya alam semesta, meraih titel yang luhur dalam studi akademis, dan perhiasan-perhiasan duniawi lainnya.
Padahal telah kita maklumi bahwa dunia ini hanyalah panggung kefanaan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

” Segala yang ada di atas muka bumi ini pasti binasa.”
(QS. Ar-Rahman: 26)

Di ayat lain disebutkan,

وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

” Kehidupan dunia ini hanyalah perhiasan yang menipu.”
(QS. Ali Imran: 185)

Bahkan masih dalam ayat yang sama dari Surat Ali Imran itu, Allah menyatakan,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

“Tiap-tiap jiwa akan dijemput kematian dan pada hari kiamat nanti ganjaran untuk kalian akan ditunaikan.
Maka, siapa saja yang dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, sungguh iia telah meraih kemenangan.”
(QS. Ali Imran: 185)

Itulah hakekat dunia. Itulah hakekat hidup. Itulah hakekat kesuksesan.

Orang yang sukses di akhirat adalah yang selamat dari neraka dan berhasil memasuki surga dan ini tergantung pada amalan-amalannya di kehidupan dunia. Orang yang sukses di dunia adalah yang mau berpikir tentang kehidupan akhirat. Ia berusaha semaksimal mungkin bersiap-siap untuk meraih kesuksesan akhirat, sehingga semua kesempat-an dan kemampuan yang ia miliki ia habiskan untuk ber-ibadah kepada Rabbul ‘Aalamin, Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Leave a Reply