Science dan Keajaiban Wahyu Al Quran

Tulisan ini telah dipublikasikan oleh Koran Padang Ekspres Edisi Senin, 15/08/2011

Salah satu dari hal-hal yang paling menakjubkan dalam Al Quran adalah menyangkut kecocokannya dengan science (ilmu pengetahuan manusia). Al Quranul Karim yang diturunkan pada abad ke-7 kepada Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa Sallam mengandung fakta-fakta ilmiah yang tak terbayangkan di masa itu. Bahkan di masa kini, masih ada sebagian dari dalail atau rumus ilmiahnya yang baru ditemukan di alam jagat yang global ini.

Para ilmuwan terkesima dan acap kali tak dapat berkata-kata lain ketika kepada mereka ditunjukkan bagaimana terperinci dan akuratnya beberapa ayat dalam Al Quran terhadap ilmu pengetahuan modern. Dua salinan Al Quran yang sudah berumur ribuan tahun ditemukan pada sebuah museum di Turki dan Rusia. Masing-masing telah berumur sekitar 1400 tahun.

Masing-masing salinan Al Quran itu sama persis dengan yang ada dewasa ini. Sebuah bukti bahwa Al Quran merupakan sebuah kitab (naskah) otentik yang terjaga dengan rapi dan sempurna. Ketika seseorang membaca ayat Al Quran yang telah diturunkan lebih dari 1400 tahun lalu, pastilah seseorang akan terkesima memikirkan tentang gagasan-gagasan umum yang berlaku di saat 14 abad itu bila dilihat betapa rincinya Al Quran menjelaskan, di antara ayatnya; ”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami pada segenap penjuru (ufuk) dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa sesungguhnya (Al Quran) itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Tuhan-mu sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. 41:53).

Melalui mitos-mitos sejarah dan tahayul-tahayul masa dulu yang menyebar luas di bawah bendera agama di masa pagan, sifat sebenarnya dari Tuhan telah dilumuri dan terdistorsi oleh pemahaman mitos dan tahayul, sehingga dalam berapa bentuk pemujaan ditemui hal yang tidak masuk akal.

Ambil contoh dalam menyatakan sembahan dilakukan dengan mengorbankan wanita tercantik di atas altar, dan sebagainya. Demikian banyak dalam agama apapun di masa sebelum turunnya Al Quran bejibun kebodohan yang kekanak-kanakan telah dilakukan pemimpin sekte-sekte agama. Yang pasti ditolak secara rasional shahih oleh para raksasa intelek modern zaman kini. Menghadapi kondisi semacam itu, Al Quran telah menjawab tantangan sedemikian secara logis (ma’qul) dan teruji, misalnya tentang keesaan Tuhan atau tauhidik dan penyembahan kepada-Nya yang lazim disebut ibadah.

Tidak ada buku lain yang dinyatakan bebas error dan kontradisksi serta bebas dari kesalahan seperti Al Quran ini. Sebuah kitab yang otentik berdasarkan pengetahuan dan pengujian dalam dunia ilmu pengetahuan dewasa ini. Keorijinalan kitab suci Al Quran ini telah menjadi satu tantangan amat bernilai iptek bagi para ahli yang menganalisa sejarah pengetahuan, berdasarkan fakta-fakta ilmiah yang ada di dalamnya.

Science dan Islam (sebagian kecil Ilmu Tuhan yang direpresentasikan dalam Al Quran) layaknya dua saudara kembar. Hubungan erat antara science (astronomi, fisika, biologi, matematika, dan sebagainya) dan ajaran Islam berdasarkan wahyu dalam Al Quran telah memberikan peran yang besar di tengah kisaran kehidupan manusia yang secara langsung maupun tidak, telah memperkuat keyakinan kita dan para ilmuwan modern akan kebesaran Tuhan.

Science adalah hanya salah satu bagian yang paling menakjubkan dari berbagai segi keajaiban Al Quran dan sepertinya manusia ilmuwan akan selalu kekurangan waktu untuk menggali dan membedahnya. Lebih menakjubkan lagi, bahwa Al Quran ini diturunkan lebih dari 1400 tahun yang lalu dan tidak sedikit sinyal ilmu pengetahuan yang dipancarkan dari 14 abad silam itu baru tertangkap di zaman global ini.

Ilmu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan kepada manusia ini memang untuk dikaji agar dapat dijadikan petunjuk dan diambil manfaatnya bagi semesta alam. Sebaliknya, data ilmiah tertentu yang dikuasai manusia dari hasil  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga merupakan sarana untuk memahami ayat-ayat Allah Azza wa Jalla secara lebih baik dan sistemik yang makin sempurna lagi.

Bila kita kutip ucapan Dr Maurice Bucaille, seorang ilmuan medis terkemuka dari French Academy of Medicine yang menulis bukunya berjudul ”Injil, Al Quran dan Science” maka beliau mengakui dengan sejujurnya bahwa, ”Bukanlah kepercayaan dalam Islam yang pertama kali menuntun langkah-langkahku, melainkan penelitian sederhana untuk kebenaran. Apa yang membawaku pada keyakinan ini adalah fakta yang tak akan pernah terpikirkan untuk seorang manusia dari masa Muhammad menjadi seorang penulis, dari pernyataan-pernyataan sebagaimana pengetahuan yang kenal saat ini pada waktu-waktu tersebut.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pencipta yang melimpah untuk umat manusia tidaklah meninggalkan manusia di dalam kegelapan untuk menemukan jalan yang lurus hanya dengan mencoba-coba. Allah Yang Maha Kuasa telah memberikan petunjuk-Nya untuk mencapai kebenaran dan berbagai dasar dasar ilmu pengetahuan.

Al Quran adalah kata-kata Allah yang diwahyukan dan sebagai sumber bagi pengajaran-pengajaran dan Hukum-hukum Islam. Demikian lengkap tidak ada kekurangannya meliputi dasar-dasar keimanan, sejarah manusia, peribadahan, pengetahuan, kebijaksanaan, hubungan Tuhan dan manusia, serta semua aspek mengenai hubungan antara manusia sesama. Mencakup pengajaran-pengajaran yang komprehensif dalam hal membangun sistem yang bagus dan berkeadilan, menyangkut soal sosial, ekonomi, politik, pemerintahan, yurisprudensi, hukum dan hubungan internasional, dan semua hal yang penting dan amat diperlukan didapati di dalam Al Quran.

Mari kita peringati Nuzulnya Al Quran dengan  memurattal (membaca)-nya, memahami isinya melalui terjemahan dan mendalami maknanya melalui tafsir serta mengambil berkah dari isinya dengan mengamalkan di dalam perilaku kehidupan peribadi dan bermasyarakat. ”Sesungguhnya pada langit dan bumi terdapat tanda-tanda…” [45:3].

Firman Allah dalam Al Quran mengingatkan siapa kita sebenarnya, ”Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari sari tanah. Kemudian Kami menjadikannya sebagai sebuah tetes cairan dalam dalam sebuah tempat yang kukuh terpelihara. Kemudian Kami menjadikan tetes cairan menjadi sebuah alaqah (lintah, sesuatu yang bergantung, gumpalan darah), lalu Kami menjadikan alaqah itu menjadi sebuah mudghah (kunyahan, gumpalan)” (QS.23, Al Mu’minuun, ayat: 12-14).

Nikmat Allah menyertai keberadaan alam semesta ini untuk kehidupan manusia di permukaan bumi. Diingatkan pula di dalam Al Quran betapa besarnya nikmat penjagaan alam bagi kehidupan manusia itu. ”Dan Dia telah mengukuhkan gunung-gunung di bumi supaya tidak GONCANG bersama kamu, sungai-sungai dan jalan-jalan, supaya kamu dapat menunjuki dirimu sendiri” (QS.16, An-Nahl, ayat: 15).

Pada setiap saat datang anugerah Allah maka manusia disirami air dari langit agar kekeringan tidak memenjarakan manusia dalam hidupnya. ”Belumkah kamu melihat bagaimana Allah menggerakkan awan-awan dengan perlahan-lahan, kemudian Dia menggabungkan mereka bersama-sama, kemudian membuat mereka ke dalam satu susunan, dan kemudian engkau melihat hujan turun darinya…” (QS.24, An-Nuur ayat: 43).

Maka amatlah pantas bila ada orang orang yang mendurhakai Allah akan mendapatkan azab yang pedih dengan dibakar di dalam api neraka. Sebagaimana diingatkan dalam Al Quran, ”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada tanda-tanda Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS.4, An Nisa’, ayat: 56).

Dengan ayat-ayat wahyu di dalam Al Quran, maka umat manusia dan para ilmuwan peneliti akan menemukan pengetahuan mengenai penciptaan alam semesta karena alam semesta itu ciptaan Allah Khaliqul Alam yang memiliki seluruh pengetahuan. Untuk menemukan kesempurnaan dalam komposisi dari ciptaan-ciptaan tersebut, maka Al Quran adalah bukti bahwa ini adalah ciptaan dari Dia Yang Maha Mengetahui.

Ketika manusia merasakan bahagia, maka ini adalah fakta bahwa kebahagiaan itu adalah anugerah-Nya Yang Maha Penyayang di mana semua ciptaan Nya tunduk pada suatu perintah yang terpadu dan saling terikat dengan kukuh kepada Sang Pencipta, Yang Maha Agung dan Maha Perkasa. (*)

Leave a Reply