MAKNA TERSIRAT DALAM MAULIDUR RASUL

Memperingati “mauLidur-rasuL” bermakna menumbuh suburkan kecintaan kepada ALLah danRasul serta mengikuti suri tauLadankehidupan berperilaku akhLaqul Karimahserta menguatkokohkan akidah tauhidjadi kekayaan sangat berharga dengan ikhlas beribadahserta istiqamah dan membaca Wahyu ALLah tentang kerasuLanMuhammad SAW sebagai disebutkan daLam AL QuranuL Karim ;

“ Muhammad itu tidak Lain hanyaLah seorang rasuL, sungguh teLahberLaLu sebeLumnya beberapa orang rasuL. Apakah jika Dia wafat atau dibunuhkamu berbaLik ke beLakang (murtad)? Barangsiapa yang berbaLik ke beLakang, Makaia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada ALLah sedikitpun, dan ALLah akanmemberi BaLasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS.3 aLi Imran :144).

Maknanya adaLah bahwa Nabi Muhammad s.a.w. iaLah seorang manusia yang diangkat ALLah menjadirasuL. RasuL-rasuL sebeLumnya teLah wafat. Ada yang wafat karena terbunuh adapuLa yang karena sakit biasa. Maka Nabi Muhammad s.a.w. juga akan wafat sepertihaLnya RasuL-rasuL yang terdahuLu itu.

Semasa berkecamuknya perang Uhud tersiarLahberita bahwa Nabi Muhammad s.a.w. mati terbunuh. berita ini mengacaukan kaummusLimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perLindungan kepada Abu Sufyan(pemimpin kaum Quraisy). Sementara itu orang-orang munafik mengatakan bahwakaLau Nabi Muhammad itu seorang Nabi tentuLah Dia tidak akan mati terbunuh.Maka ALLah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum musLimin danmembantah kata-kata orang-orang munafik itu. (SahihBukhari bab Jihad).

Abu Bakar r.a. mengemukakan ayat ini di kalaterjadi puLa kegeLisahan di kaLangan Para sahabat di hari wafatnya NabiMuhammad s.a.w. untuk menenteramkan Umar IbnuL Khaththab r.a. dansahabat-sahabat yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat).

Firman Allah ;
“ Muhammad itu sekaLi-kaLi bukanLah bapak dari seorang Laki-Lakidi antara kamu, tetapi Dia adaLah RasuLuLLah dan penutup nabi-nabi. dan adaLahALLah Maha mengetahui segaLa sesuatu.” (QS.AL-Ahzab33:40).

Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad s.a.w. bukanLah ayah dari saLah seorang sahabat, karenaitu janda Zaid dapat dikawini oLeh RasuLuLLah s.a.w.

“ dan orang-orang mukmin dan beramaL soLeh serta beriman kepadaapa yang diturunkan kepada Muhammad dan ItuLah yang haq dari Tuhan mereka,ALLah menghapuskan kesaLahan-kesaLahan mereka dan memperbaiki Keadaan mereka.”
( QS.47,Muhammad :2).

Artinya iman dan amal shalehmengamalkan wahyu ALQuran dan sunnah RasuL penyebab selamat.

“ Muhammad itu adaLah utusan ALLah dan orang-orang yang bersamadengan Dia adaLah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayangsesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia ALLah dankeridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka daribekas sujud. DemikianLah sifat-sifat mereka daLam Taurat dan sifat-sifatmereka daLam InjiL, Yaitu seperti tanaman yang mengeLuarkan tunasnya Maka tunasitu menjadikan tanaman itu kuat LaLu menjadi besarLah Dia dan tegak Lurus diatas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena ALLahhendak menjengkeLkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orangmukmin). ALLah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amaLyang saLeh di antara mereka ampunan dan pahaLa yang besar.“
(QS.48,Muhammad :29).

Maknanya adaLah bahwa pengikut Muhammad yang menjaga iman dan ibadahnya pada air muka mereka keLihatan keimanan dankesucian hati mereka.

Muhammad diutus menjadi Rahmat bagi seLuruh aLam.
“ dan TiadaLah Kami mengutus kamu, meLainkan untuk (menjadi)rahmat bagi semesta aLam.” (QS.21,AL-Anbiya’,ayat 107),

yang menjadi uswah hasanahyakni suri ketauLadanan yang teramat sempurna.
“ Sesungguhnya teLah ada pada (diri) RasuLuLLah itu suri teLadanyang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) ALLah dan(kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut ALLah.” (QS.33,AL-ahzab:21),

Muhammad adalah nabi yangterakhir untuk meLakukan perubahan menyeLuruh bagi kehidupanmanusia yang waktu itu tengah berada daLam kondisi dhuLumat (kegeLapan) kepada kehidupanberperadaban (civiLisasi)secara transparan (an-nur, cahaya terang) dengan akhLaquLkatimah menurut bimbingan Kitab AL Quran.

“ dengan kitab — wahyuAL-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW — ituLahALLah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jaLan keseLamatan,dan (dengan kitab itu puLa) ALLah mengeLuarkanorang-orang itu dari geLap guLita kepada cahaya yang terang benderang denganseizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jaLan yang Lurus.” (QS.aL-Maidah (5):16).

“ DiaLah ALLah yang memberirahmat kepadamu dan maLaikat-Nya (memohonkan ampunanuntukmu), supaya Dia mengeLuarkan kamu darikegeLapan kepada cahaya (yang terang), dan adaLah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yangberiman.” (QS. aL-Ahzab (33):43),

Allah menceritakan dalam ALQurantentang keadaan umat terdahulu, diantaranya isteri Firaun yang selalu memohonkan kepada Allah agarterhindar dari kedzaliman Firaun itu dan selalu pula menjaga keimanan atauakidah tauhid kepada Allah untuk dapat memasuki sorga Jannah dan keselamatan didunia dan akhirat.

“ dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orangyang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuahrumah di sisi-Mu – maknanya, sekalipun isteri seorang kafir apabila menganutajaran Allah, ia akan dimasukkan Allah ke dalam jannah — dalam firdaus, danselamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku darikaum yang zhalim.” (QS. at-ThaLaq (65):11).

Perubahan yang dibawa oLeh RasuLuLLah SAW,semata dengan bimbingan Wahyu ALLah SWT. Tidak menurut kinginannya semata,sebagai mana perubahan yang diLakukanreformer meLaLui pemaksaan kehendak yang seringkaLi bergerak menjadi suatutindakan anarkis dan menyisakan pertentangan daLam kehidupan manusia.

Perubahanberdasar Sunnah RasuLuLLah SAW, bermuara kepada diterapkannya syari’at IsLamdan berintikan proses perubahan yangmengarah kepada perbaikan berbentuk tajdid (pemurnian)[1],IshLah (penyempurnaan)[2]dan taghyir (perubahan sikap)[3].

Perubahanitu menciptakan suatu perbaikan tanpa merusak. Ajaran IsLam yang dibawaRasuLuLLah SAW, seLaLu mengingatkan umatnya untuk tidak merusak (fasad=anarkis)baik daLam bentuk tatanan atau pemaksaan-pemaksaan kehendak.

Agama IsLam menghormati prinsip tidak adapaksaan daLam agama,

“ tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (IsLam); SesungguhnyateLah jeLas jaLan yang benar daripada jaLan yang sesat. karena itu Barangsiapayang ingkar kepada Thaghut dan berimankepada ALLah, Maka Sesungguhnya ia teLah berpegang kepada buhuL taLi yang Amatkuat yang tidak akan putus. dan ALLah Maha mendengar Lagi Maha mengetahui.” (QS.2:256).

Thaghut iaLah syaitan dan apa saja yang disembah seLaindari ALLah s.w.t.

Disamping itu adanya kewajiban meLembagakan musyawarah daLam setiap urusan dengancara baik dan kasih sayang.

“ Maka disebabkan rahmat dari ALLah-Lahkamu berLaku Lemah Lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras Lagi berhatikasar, tentuLah mereka menjauhkan diri dari sekeLiLingmu. karena itu ma’afkanLah mereka, mohonkanLah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratLahdengan mereka daLam urusan itu – yakni urusan peperangan dan haL-haL duniawiyah Lainnya,seperti urusan poLitik, ekonomi, kemasyarakatan dan Lain-Lainnya.–kemudian apabiLa kamu teLah membuLatkantekad, maka bertawakkaLLah kepada ALLah. SesungguhnyaALLah menyukai orang-orang yang bertawakkaL kepada-Nya.” (QS.3, aLi Imran :159.,

Umat Muhammad mesti punya identitas (shibghah) daLam wujud amarma’ruf (proaktif)dan nahi munkar (re-aktif).

Maka gerakan amar makruf-nahiy munkar bertujuan meLawansegaLa corak kemaksiyatan baik yang menyangkut tatanan hubungan pribadi,keLuarga, masyarakat, Lingkungan, bangsa dan negara.

Tujuannya semata menciptakan umat yang berkuaLitas ungguldengan menyandang pujian khaira ummah atas dasar iman kepada ALLah.

“ kamu adaLah umat yang terbaik yang diLahirkan untuk manusia,menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepadaALLah. Sekiranya ahLi kitab beriman, tentuLah itu Lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adaLah orang-orang yangfasik.” (QS.3, Ali Imran :110).

Amar makruf hakikinya mendorong hidup yang aktif dalamberkarya yang baik serta intensif menggairahkan perLombaan dalam hidup sehinggamampu membuahkan niLai kebaikan dan mampu untuk melakukan fastabiquL-khairat.

“ dan bagi tiap-tiap umat ada kibLatnya (sendiri) yang iamenghadap kepadanya. Maka berLomba-LombaLah (daLam membuat) kebaikan. di manasaja kamu berada pasti ALLah akan mengumpuLkan kamu sekaLian (pada harikiamat). Sesungguhnya ALLah Maha Kuasa atas segaLa sesuatu.” (QSaL-Baqarah (2):148)

“ dan Kami teLah turunkan kepadamu AL Quran dengan membawa kebenaran,membenarkan apa yang sebeLumnya — yaitu Kitab-Kitab yangditurunkan sebeLumnya — dan batu ujian – maknanyaadaLah bahwa AL Quran adaLah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayatyang diturunkan daLam Kitab-Kitab sebeLumnya.– terhadapKitab-Kitab yang Lain itu. Maka putuskanLah perkara mereka menurut apa yangALLah turunkan dan janganLah kamu mengikuti hawa nafsu mereka denganmeninggaLkan kebenaran yang teLah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umatdiantara kamu – yakni umat Nabi Muhammad s.a.w. dan umat-umat yang sebeLumnya.– Kami berikan aturan dan jaLan yang terang. Sekiranya ALLahmenghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja),tetapi ALLah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, MakaberLomba-LombaLah berbuat kebajikan. hanyakepada ALLah-Lah kembaLi kamu semuanya, LaLu diberitahukan-Nya kepadamu apayang teLah kamu perseLisihkan itu,” (aL-Maidah (5):48).

Ajaran IsLam seperti ini teLah terbukti daLam sejarahperadaban manusia sepanjang masa yang diLaLuinya berhasiL menciptakan suatukomunitas umat pengikut yang kian hari kian bertambah, Insya ALLah sampai akhirzaman[4].

Mempelajari perjaLanan RisaLah RasuL ALLahSAW, akan menumbuhkan kesadaran tinggi betapa geLapnya periLaku kehidupanjahiLiyah masa LaLu yang mesti dihindari. Kesaksian ShahabatDja’far bin Abi ThaLib (RA) dihadapan Maharaja Habsyi, dapatdijadikan pelajaran sangat berharga dalam menata kehidupan berperadaban dimasamendatang. Ja’far mengatakan; “Kami adaLah orang jahiLi-yah, dengan kesukaan menyembahberhaLa (kepatuhankepada materi seLain ALLah dengan pemberhaLaan kedudukan, kekuasaan, hartakekayaan), memakan bangkai (tidak mengedepan kan haLaL haram), memutus siLaturrahim (dengan penidasan dan tindakan intimidasi), berbuat bencanaterhadap jiran tetangga, dan mengerjakanperbuatan keji (judi,rampok, korupsi, zina), sehingga yang kuat meneLan yang Lemah (arogansi kekuasaan, pemupukan kekuatangoLongan dan keLompok). Sampai ALLah mengutus kepada kami seorang RasuL darikaLangan kami sendiri (yakni Muhammad SAW) yang sangat kamikenaL nasab-nya, kebenaran, kejujuran,amanah dan baik budi pekertinya. Karena itu kami mempercayainya, dan kamibenarkan risaLahnya” (HR.Buchari,Abu Daud).[5]

Muhammad RasuLuLLah saw. diLahirkan di tengah-tengah keLuarga Bani Hasyim diMakkah eL Mukarramah di buLan Rabi’uL AwwaL (musim bunga), pada hari Senin,tanggaL 12 Rabi’uL AwwaL permuLaan tahun daLam peristiwa gajah (aL fiiL);bertepatan dengan tanggaL 20 atau 22 ApriL tahun 571 M, dibidani dan dirawatoLeh Siti Syifa’, ibu darisahabat Abdurrahman bin ‘Auf R.Anhu.BeLiau Lahir nama beLiau Muhammad (yang terpuji), ayahnya AbduLLah (hamba ALLah), ibunya Aminah (perempuan yangmemberi rasa aman), kakeknya dipanggiL AbduL MuthaLLib yang namanya adaLah Syaibah (orang tua yang bijaksana), sedangkan yangmembantu ibunya meLahirkan bernama Asy-Syifa’(yangsempurna dan sehat), serta yang menyusukannya adaLah HaLimah As-Sa’diyah (yang Lapang dada dan mujur).

Semua nama-nama itu teLah dipiLihkan oLeh ALLah Azza waJaLLa yang memberikan peLajaran besar betapa eratnya dengan keperibadian NabiMuhammad SAW.KeLuarga Muhammad Lazim disebutBani Hasyim, yang dinisbatkan kepada Hasyim bin Abdi Manaf.. Nasabnya amat jeLas. Muhammad bin AbduLLah bin AbduL MuthaLib(Syaibah) bin Hasyim (aL Amru)bin Abdi Manaf (Mughirah) bin Qushay (Zaid)bin KiLab bin Murrah binKa’ab bin Lu’aybin GhaLib bin Fihr(yang berLaqab Quraisy) bin MaLik bin Nadhar binKinanah bin Khuzaimah bin Mu’id bin Adnan.[6] Dari Adnan dicatatkan tarikh sampai Iram bin Qidar bin Isma’iL bin Ibrahim AS.[7]

Hadistini sebenarnya berisikan;
Pertama, RisaLahRasuLuLLah SAW diterima karena kejujuran pembawanya (pribadi Muhammad AL-Amin).

Kedua, keutamaan Wahyu ALLah(yang mampu merombak tata priLaku kehidupan masyarakat secara kaffah (menyeLuruh).

Ketiga, keteguhan parapengikut (umat) dengan tingkat konsistensi (istiqamah) yang tinggi daLamkerangka jihad fii sabiLiLLah.

Keempat,teguhnya keyakinan kepada kehidupan ukhrawi, bahwa hidup tidak semata kehidupanduniawi (materiL fisik).

KeLima, adanya kecerdasan umat meLihat secaragambLang bahwa agama IsLam adaLah anutanyang Lebih baik dari ajaran manapun. Ini yang menjadi pembangkit utama harakahIsLam sebagai kekuatan aLternatif masa datang.

“ Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi ALLah hanyaLahIsLam. tiada berseLisih orang-orang yang teLah diberi AL Kitab – yakniKitab Kitab yang diturunkan sebeLum AL Quran — kecuaLi sesudah datang pengetahuan kepadamereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafirterhadap ayat-ayat ALLah Maka Sesungguhnya ALLah sangat cepat hisab-Nya.” (QS.3,ALi-’Imran:19).

“ Barangsiapa mencari agama seLain agama IsLam, Maka sekaLi-kaLitidakLah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasukorang-orang yang rugi.” (QS.3,ALi Imran : 85).

Maka, umat IsLam hari inimesti berperan aktif, menjadi pengisi konseptuaL dan penggerak kontekstuaL di tengah kehidupan duniawi.

Agama IsLam tidak hanya ibadah daLam arti sempit(puasa,shaLat,zikir dan do’a), tetapi menata usaha amaLan nyata yang shaLihdaLam membentuk kuaLitas hidup “hasanah” dunia dan akhirat. Umat mesti sadarbahwa Dakwah ILaa ALLah seLaLu berhadapan dengan kekuatan Yahudi dan SaLibi (QS.2,AL Baqarah :120),yang menghadang dengan konsep fikrah (ghazwuL fikriy), penguasaan ekonomi,sistimatisasi pemeLaratan daLam menciptakan umat yang kaya dengan kemiskinanatau miskin dengan kekayaan, dalam percaturan poLitik demokratisasi danhumanisasi, yang pada dasarnya adaLah kemasan apik dari phobia terhadap IsLamdan intimidasi terhadap umatnya.

DaLam rangka ini kita peringati MauLid Nabi.

Padang,Maulid, 12 RabiulAwal 1435H/14 Januari 2014 M

Catatan kaki ;

[1]“Jaddiduuimanakum” (Al Hadist), yang mengarahkan setiap mukmin kepada pemurnian sikap,tindakan, kedisiplinan, atas dasar “iman” kepada Allah, dengan “Laa ilaaha illaAllah”.

[2]QS.7,Al-A’raf,ayat 55-56.

[3]QS.13,Ar-Ra’d, ayat 11.

[4](umat Islam berjumlah 1,5 milyar ditengah 6 milyar penduduk dunia), danperkembangan di Eropah ataupun di Amerika hari ini tidak dapat dibantah bahwapertumbahan umat itu sangat mencengangkan.

[5]Dialog Dja’far bin Abi Thalib dengan King Negus (Raja Najasyi), pada permulaanRisalah semasa hijrah spontan keum Mukminin ke Habsyi atas izinRasulullah, tersebab tekanan yangsangat berlebihan dari Musyrikin Quraisyberupa intimidasi, fitnah, penculikan, pengkucilan, embargo ekonomi, pembunuhan, lihat Kitab Al Islam Ruhul Madaniyah tulisan Syeikh Mustafa AlGhulayain, Beirut

[6] Ibnu Hisyam, I :1,2Talqihu Fuhami Ahlil Atsar, 5 dan 6 : Rahmatan lil ‘Alamien, II, 11,13,14,52.

[7] Al ‘Allamah Muhammad Sulaiman al Manshurfury,di dalam Rahmatan lil ‘Alamien, II, 14 – 17.

Leave a Reply