Akidah Tauhid Kekayaan Paling Berharga

 

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُوَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِأَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُوَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِوَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْنَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًاوَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّاللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُواقَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْوَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَفَوْزًا عَظِيمًا

 

 

Kita menyadari bahwa tujuan hakiki darihidup kita hanya satu; mengabdi kepada Allah.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّوَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

TidaklahAku jadikan Jin dan manusia kecuali hanya beribadah kepada-Ku(Azzariyat:56).

 

Karena anak-anak, generasi mendatang adalahmanusia-manusia pelanjut yang sangat kita cintai, maka mereka harus memahamisepenuhnya tujuan hidup manusia itu.

 

Kewajiban kita terhadap anak-cucu ataugenerasi sesudah kita adalah mewariskan agama ini. Karenanya, para nabimengumpulkan anak-cucu mereka sebelum wafat, lalu berwasiat:

 

وَوَصَّىبِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى لَكُمُالدِّينَ فَلاَ تَمُوتُنَّ إَلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ  ١٣٢

” Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya,demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allahtelah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memelukagama Islam”. (Al Baqarah : 132)

 

Dengan demikian warisan paling mulia yangharus kita wariskan kepada generasi sesudah kita adalah Islam, agama yang benarini. Segala penghambat yang akan mengubah aqidah, mempelosokkan anak cucu kitakelak wajib kita singkirkan :

 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَاالنَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَاللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dankeluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allahterhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apayang diperintahkan” (Tahrim : 6).

 

Salah satu penghalang itu ialah millah(tatacara) dan kebiasaan dari ummat Yahudi dan  Kristen atau Nasharodengan programnya yang kita sebut gerakan pemurtadan atau Kristenisasi :

 

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَىحَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِاتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَاللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamumengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulahpetunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan merekasetelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindungdan penolong bagimu” (Q.2:120).

 

Firman-Nyalagi :

 

يُرِيدُونَ لِيُطْفِؤُوا نُورَ اللَّهِبِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Mereka(Yahudi dan Nasharo itu) ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya)mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orangkafir membencinya” (Q.61:9).

 

Karena itu meniru kebiasan Yahudi danNashara adalah ancaman buat anak cucu kita bahkan kita yang hidup dan hadir dimasjid ini. Maka sepatutnya semua kita harus lebih awas dan berhati hati dengansemua gerakan yang mengarah kepada pemurtadan ini.

 

Allah berfirman :

 

مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّنرِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ
“ Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Akutidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan” (Q.Azzariyat: 57).

 

Kaum Muslimin, kita umat Muslim di Minangkabauini adalah bagian dari bangsa besar yang hidup dalam falsafat alam MinangkabauABS-SBK-Syarak mangato Adaik Memakaikan adalah kemuliaan yang lahir dari dalam Islam.

 

Ingatlahketika “Umar bin Khattab keluarmenuju Syam dan bersama kami Abu ‘Ubaidah Ibnul Jarrah, kemudian mereka datangpada air yang dangkal dan ‘Umar berada di atas untanya kemudian beliau turundan melepas kedua khufnya lalu meletakkannya di atas pundaknya dan memegangtali kekang untanya kemudian menyeberang air yang dangkal tersebut”. Seketika itu Abu ‘Ubaidah Ibnul Jarrahberkata : “Wahai Amirul Mukminin,engkau melakukan ini ? Engkau melepas kedua khufmu dan meletakkannya di ataspundakmu ? Engkau memegang tali kekang untamu lalu menyeberang air yang dangkalini ? Sungguh akan membahagiakan diriku kalau penduduk negeri memuliakanmu!”

 

Maka‘Umar berkata :

أوه…  لم يقل ذا غيرك أبا عبيدةجعلته نكالا لأمة محمد صلى الله عليه وسلم إنا كنا أذل قوم فأعزنا الله بالإسلامفمهما نطلب العزة بغير ما أعزنا الله به أذلنا الله

“Oh..! Tidakada yang berkata demikian kecuali engkau wahai Abu ‘Ubaidah. Engkaumenjadikannya pelajaran bagi ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ?Kita dahulu adalah kaum yang paling hina kemudian Allah memuliakan kita denganIslam, maka apabila kita mencari kemuliaan dengan selain apa yang dengannyaAllah memuliakan kita (islam) niscaya Allah akan menghinakan kita…!”

 

Dikeluarkan oleh Imam Al Hakim dalam AlMustadrak dengan sanadnya sampai Thariq bin Syihab (1/203) dari jalur Ayyub binA’idz ath-Tha’i dan dari jalur al-A’masy (1/204) dengan lafadz :

إنا قوم أعزنا اللهبالإسلام ، فلن نبتغي العزة بغيره

“Kita AdalahKaum Yang Dimuliakan Allah Dengan Islam, Maka Kita Tidak Akan Pernah MencariKemuliaan Dengan Selainnya”

 

Maka semua Muslim Minangkabau bahkan seluruh Muslim di mana saja, supayaberhati-hati dari berbagai sebab yang menyebabkan kita hina. Dintaranya sukamenentang Allah dan Rasul. Allah berfirman :

 

إِنَّ الَّذِينَيُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya, mereka Termasukorang-orang yang sangat hina”. (QS Al Mujadilah 20)

 

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْمُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apasaja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmusendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. (QS AsySyuuro 30)

 

Kita juga telah diperingatkan allah agarjangan mengiikuti, menthaati orang-orang kafir sebagai mana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَآَمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْفَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

“ Haiorang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu,niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilahkamu orang-orang yang rugi”. (QS Ali Imron 149)

 

وَلَاتَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْدُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Danjanganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zhalim yang menyebabkan kamudisentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpunselain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan”.(QS Huud113)

 

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan olehImam Ahmad, Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

 

بُعِثْتُبِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ اللَّهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَظِلِّ رُمْحِي ، وَجُعِلَ الذِّلَّةُ ، وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي ،وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Aku diutusdengan pedang hingga hanya Allah semata lah yang disembah, tidak ada sekutubagi-Nya; dijadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku. Dan dijadikan kehinaandan kerendahan bagi siapa saja yang menyelisihi perkaraku. Barangsiapamenyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.(Shahihriwayat Ahmad)

 

Kini saatnya kita berjuang membela harkatdan martabat Minangkabau, membela aqidah dan ABS-SBK-SAM yang kita cintai.Tentu perjuangan itu dengan harta dan jiwa kitai mana  sebaga irman Allah

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍتُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ –تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِوَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Haiorang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yangdapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

(yaitu) kamuberiman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta danjiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” (Q. Ashaf10-11)

 

Fa’tabiru ya ulilabshar, laallaku tuflihun !

بارك الله لنا ولكم في القرآنالعظيم ونفعنا وإياكم بما فيه من الآيات و الذكرالحكيم فاستغفروا الله فإنه هوالغفور الرحيم

 

الحَمْدُِللهِ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَسْتَهْدِيْهِ، وَ نَعُوْذُبِاللهِ تَعَالىَ مِنْ سُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مَنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، أَدَّى الأَمَانَةَ، وَ بَلَّغَالرِّسَالَةَ وَ نَصَحَ لِلأُمَّةِ، وَ جَاهَدَ فيِ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ،اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلىَ هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، وَعَلىَ آله وَصَحَابَتِهِ. وَ أَحْيِنَا اللَّهُمَّ عَلىَ سُنَّتِهِ، وَ أَمِتْنَاعَلَى مِلَّتِهِ، وَ احْشُرْنَا فيِ زُمْرَتـِهِ، مَعَ الَّذِيْنَ أَنـْعَمْتَعَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَ الصِّدِّيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَ حَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا. أَمَّا بَعْدُ. يَاأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا.

 

« Barangsiapa yangmengerjakan dosa, Maka Sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan)dirinya sendiri. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. » (QS.An Nisak ayat 111)..

إِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَعَلَى النَّبـِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُواتَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ.  اللَّهُمَّ اصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَ اصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتيِ فِيْهَا مَعَاشِنَا، وَ اصْلِحْ لَنَا آخِرَتِنَا الَّتيِ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَ اجْعَلِ اْلحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فيِ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ سَرٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ اْلعَفْوَ وَ العَافِيَةَ فيِ دِيْنِنَا وَ دُنْيَاناَ وَ أَهْلِيْنَا وَ أَمْوَالِنَا، رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ وَ تبُ ْعَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ. وَ أَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ اْلمُنْكَرِ وَ لَذِكْرُ اللهِ أَ ْكـبَرُ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ. اللَّهُمَّ اصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَ اصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتيِ فِيْهَا مَعَاشِنَا، وَ اصْلِحْ لَنَا آخِرَتِنَا الَّتيِ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَ اجْعَلِ اْلحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فيِ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ سَرٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ اْلعَفْوَ وَ العَافِيَةَ فيِ دِيْنِنَا وَ دُنْيَاناَ وَ أَهْلِيْنَا وَ أَمْوَالِنَا، رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ وَ تبُ ْعَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ. وَ أَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ اْلمُنْكَرِ وَ لَذِكْرُ اللهِ أَ ْكـبَرُ

Leave a Reply