Keutamaan Bulan Zulhijjah (1)

Bulan Zulhijjah bukanlah bulan hanya untuk tetamu Allah tetapi bulan istimewa untuk seluruh umat Islam yang peka dengan waktu-waktu yang dimuliakan oleh Allah dan bijak mengambil peluang untuk meraih curahan rahmat, maghfirah (keampunan) dan keredaan-Nya merupakan syi’ar Allah yang diperintahkan supaya dibesarkan sebagaimana firman-Nya:

“Demikianlah (ajaran Allah); dan sesiapa yang menghormati syi’ar-syi’ar agama Allah maka (dialah orang yang bertaqwa) karena sesungguhnya perbuatan itu satu kesan dari sifat-sifat takwa hati (orang Mukmin).” (al-Hajj: 32)

Dalam bulan Zulhijjah, Allah menganugerahkan masa-masa yang dimuliakan oleh Allah, yaitu ada pada sepuluh hari awal bulan Zulhijjah, Hari Arafah, Idul Adha dan Hari Tasyriq. Sesungguhnya, Allah SWT telah bersumpah dengan Fajar Idul Adha dan 10 malam bulan Zulhijjah dalam surah al-Fajr ayat 1 dan 2: “Demi waktu fajar dan malam 10 (yang mempunyai kelebihan di sisi Allah).”

Kita maklumi, Allah tidak bersumpah dengan suatu perkara melainkan karena kemuliaan dan kepentingan perkara tersebut. Allah telah menganugerahkan pada 10 malam awal bulan Zulhijjah dengan kelebihan-kelebihan yang lebih besar dan hebat daripada malam-malam yang lain. Banyak hadis yang menerangkan tentang kelebihan hari-hari ini dan kelebihan amalan yang dilakukan padanya.

Di antaranya, sebagaimana yang disebut di dalam hadis yang diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:
“ Tidak ada dari hari-hari yang dilakukan amal soleh padanya yang lebih disukai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini.

Sahabat r.a bertanya ;
Wahai Rasulullah! Dan tidakkah juga berjihad fi sabilillah (lebih afdal daripada beramal pada hari-hari ini)?

Rasulullah s.a.w. bersabda,
“Tidak juga berjihad fi sabilillah, kecuali orang yang berjihad dengan diri dan hartanya dan kemudian dia syahid”.
(Riwayat al-Bukhari)

Leave a Reply