Islam Sebagai Penggerak Pembangunan

Agama Islam yang dianut masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat diyakini telah menjadi penggerak pembangunan.

Dalam sejarah yang panjang telah menjadi kekuatan mendinamisir masyarakat Minangkabau dalam menampilkan jati diri dan adat mereka.

Realitas kini terjadi perubahan “adaik indak dipacik arek, agamo indak dipagang taguah”.

Fenomena negatif ini berakibat langsung kepada angka kemiskinan makin meningkat (karena kemalasan, hilangnya motivasi, hapusnya kejujuran, musibah sosial mulai mengancam).

Disimpulkan , “pergeseran budaya “ terjadi ketika mengabaikan nilai-nilai agama.
Pengabaian nilai-nilai agama, menumbuhkan penyakit social yang kronis, perilaku tidak mencerminkan akhlak Islami, suka melalaikan ibadah.

Hilangnya Akhlak , umumnya disebabkan Agama tidak diamalkan, Ibadah lalai, nilai etika budaya terabaikan.
Akibatnya masyarakat hancur.

Mengatasi semua itu, amat perlu membangun peribadi unggul dengan iman dan taqwa, berlimu pengetahuan, menguasai teknologi, berjiwa wiraswasta, bermoral akhlak, beradat dan beragama.

Maka peran dari semua fungsionaris suku didalam manajemen suku amat menentukan atas keberhasilan Implementasi dan Pelestarian (nilai dan gerak aplikatif) ABSSBK dalam masyarakat hukum adat Minangkabau melalui Manajemen Suku menjadi amat penting.

Salah satu solusi sederhana untuk generasi muda adalah adanya kegiatan kembali ke surau berupa pendidikan untuk pembinaan karakter.

Leave a Reply